Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Reuni Alumni UGM 1980, Kesaksian Rekan Kuliah Bungkam Isu Ijazah Jokowi: Kami Siap Jadi Saksi di Pengadilan

Uways Alqadrie • Minggu, 27 Juli 2025 | 16:16 WIB

Presiden Joko Widodo berfoto bersama rekan-rekan seangkatan dalam Reuni ke-45 Alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 di Sleman, Sabtu (26/7/2025). (FOTO: IST)
Presiden Joko Widodo berfoto bersama rekan-rekan seangkatan dalam Reuni ke-45 Alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 di Sleman, Sabtu (26/7/2025). (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, YOGYAKARTA — Sejumlah alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 1980 membantah tudingan ijazah palsu yang belakangan kembali menerpa Presiden Joko Widodo. 

Mereka menyatakan Jokowi benar-benar berkuliah dan lulus dari kampus tersebut.

“Sudah pasti asli. Banyak saksi hidup, teman-teman seangkatan yang masih ada dan pernah kuliah bareng,” kata Mustoha Iskandar, salah satu rekan kuliah Jokowi, dalam acara reuni ke-45 Fakultas Kehutanan UGM bertajuk Spirit 80: Guyub Rukun Migunani di Sleman, Sabtu (26/7).

Mustoha mengakui tidak pernah melihat langsung ijazah Jokowi, namun mengaku punya banyak pengalaman bersama selama masa kuliah. Mulai dari duduk di kelas yang sama, boncengan pulang ke kos, hingga naik gunung bersama.

Menurutnya, kesaksian rekan-rekan kuliah menjadi bukti kuat bahwa Jokowi adalah alumni sah UGM. Ia bahkan menyebut telah dimintai keterangan oleh Polda Metro Jaya terkait isu tersebut. “Kami siap jadi saksi. Kesaksian itu alat bukti yang sah secara hukum,” ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan Heri Tribasuki, yang juga rekan satu jurusan Jokowi. “Ijazah beliau asli, demi Allah saya saksi hidup. Kami praktik bareng di hutan Cilacap, Ngawi, hingga Randublatung,” ujar Heri.

Dalam pidato selama sekitar 11 menit di acara reuni tersebut, Jokowi secara terbuka menanggapi polemik mengenai ijazahnya. Ia menyampaikan keheranan mengapa isu itu terus dipermasalahkan, mulai dari tudingan ijazah palsu, skripsi fiktif, hingga KKN yang dipertanyakan keabsahannya.

“Dosen pembimbing skripsi saya itu Prof. Dr. Ir. Ahmad Sumitro. Yang menguji saya Ir. T. Baharuddin dan Ir. Sofian Warsito. Semuanya nyata, ada rekam jejaknya,” ujar Jokowi.

Ia juga mengingatkan bahwa klarifikasi dari Rektor UGM, Ova Emilia, dan Dekan Fakultas Kehutanan, Sigit Sunarta, seharusnya sudah cukup untuk menghentikan polemik tersebut. 

Kedua pejabat kampus itu sebelumnya menegaskan bahwa Jokowi memang pernah kuliah dan ijazahnya dikeluarkan secara resmi oleh UGM.

“Ini bukan soal keaslian lagi, semua sudah jelas. Tapi karena politik, isu ini terus dimainkan,” ucap Jokowi.

Sebelumnya, sejumlah pihak termasuk Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Roy Suryo, dan dr. Tifauzia Tyassuma mengungkit kembali dugaan ijazah palsu milik Jokowi. Meski begitu, berbagai pihak yang mengenal langsung masa kuliah Presiden tetap kompak menyatakan keasliannya.

Editor : Uways Alqadrie
#ijazah palsu jokowi #roy suryo #Universitas Gadjah Mada (UGM) #jokowi #fakultas kehutanan ugm