Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Mahasiswa KKN UMKT Praktik Lapangan, Bikin Eco Enzym dan Ecobrick di Kampung Teluk Sulaiman

Akbar Sopianto • Selasa, 29 Juli 2025 | 00:15 WIB
Mahasiswa KKN UMKT bersama ibu-ibu PKK saat praktik pembuatan eco enzym di Kampung Teluk Sulaiman, Berau, Minggu (27/7). (FOTO AKBAR/KP)
Mahasiswa KKN UMKT bersama ibu-ibu PKK saat praktik pembuatan eco enzym di Kampung Teluk Sulaiman, Berau, Minggu (27/7). (FOTO AKBAR/KP)

KALTIMPOST.ID-Mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (KKN-PPM) di Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-biduk, Berau, Minggu (27/7).

Mereka berkolaborasi bersama KKN-PPM UGM menggelar praktik eco enzyme dan ecobrick bersama ibu-ibu PKK, ketua RT, dan masyarakat setempat.

Mahasiswi KKN-PMM UMKT, Virda mengatakan kegiatan itu bertujuan untuk memberikan kesadaran dan edukasi kepada masyarakat Teluk Sulaiman mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Karena lewat aksi itu, warga desa bisa terbebas dari sampah. Dengan adanya kegiatan praktik pembuatan eco enzyme dan ecobrick bisa menjadi solusi baik bagi masyarakat yang masih membuang sampah ke laut dan membakar sampah secara bersamaan.

Karena kedua hal itu menjadi perilaku utama pencemaran bagi lingkungan, terlebih bagi kampung kawasan yang memiliki potensi wisata yang sangat bagus.

“Kami berharap setelah kegiatan ini, masyarakat Teluk Sulaiman bisa lebih sadar untuk mengolah dan memilah sampah-sampah untuk dijadikan nilai ekonomi,” harap Virda.

Sekretaris PKK Kampung Teluk Sulaiman Noor Aswida menyatakan ketertarikan dirinya dan ibu-ibu di sini untuk menggunakan ecoenzym dalam kegiatan rumah tangga.

“Kalau eco enzym tadi saya sebagai ibu rumah tangga sangat tertarik karena pertama mengurangi uang belanja, membuat eco enzym itu untuk dimanfaatkan membersihkan lantai atau menyemprotkan tanaman-tanaman membunuh hama dan itu juga bisa untuk menyuburkan tanaman,” ucap Aswida.

Setelah kegiatan itu, lanjut Aswida, pihaknya akan menerapkan kepada dasawisma di Kampung Teluk Sulaiman.

“Karena di sini terdapat 33 dasaswisma. Jadi lebih tepat bila kita menggandeng dasawisma untuk menggunakan sampah-sampah plastik di sini agar lebih bernilai,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan, Wakil Ketua 1 PKK Kampung Teluk Sulaiman Surweni.

Pihaknya secara pribadi tertarik untuk menjadikan pupuk. Karena dirinya mengaku cinta tanaman jadi bisa dijadikan pupuk organik.

“Saya berharap masalah ecobrick ini bukan artinya yang lain tidak tertarik tapi yang lebih didahulukan kayaknya ecobrick. Sebab pertama ramah lingkungan sampah yang tadinya berserakan bisa kami amankan,” bebernya.

Sebagai informasi, pelaksanaan KKN itu dilaksanakan selama dua bulan dengan empat kegiatan besar.

Selain eco enzym dan ecobrick, pada 2 Agustus 2025 mendatang juga akan diadakan kegiatan besar. Yakni ekonomi sirkular dan ekonomi wisata.

Hal itu dilakukan untuk mendaur ulang sampah-sampah yang di telah hasilkan untuk mendapatkan nilai guna kembali.

Serta mempromosikan wisata-wisata di Kampung Teluk Sulaiman. Karena kampung itu memiliki potensi wisata yang besar. (pms/as/rd)

Editor : Romdani.
#Bupati Berau Sri Juniarsih #Kuliah Kerja Nyata (KKN) #Teluk Sulaiman Berau #kabupaten berau #praktik lapangan