KALTIMPOST.ID-Kota Banjarmasin dan Samarinda merupakan dua ibu kota provinsi yang sangat strategis di pulau Kalimantan.
Selain sebagai pusat perekonomian, Banjarmasin di Kalimantan Selatan dan Samarinda di Kalimantan Timur juga memiliki kesamaan bentang alam.
Kedua daerah ini memiliki sungai yang berperan besar dalam peradaban masing-masing. Samarinda dengan Sungai Mahakam dan Banjarmasin dengan Sungai Barito berfungsi sebagai jalur transportasi dan perdagangan yang vital.
Selain itu, ragam budaya yang memiliki banyak kesamaan. Misalnya saja bahasa Banjar yang akrab digunakan di Samarinda, serta kuliner seperti nasi kuning, soto banjar, ketupat kandangan dan lainnya.
Hal ini tidak lain karena didorong banyaknya warga Kalsel yang merantau dan telah bermukim lama di Samarinda sejak lama. Begitu pun sebaliknya.
Aktivas masyarakat yang terhubung ke dua daerah ini juga sangat tinggi dengan banyaknya layanan transportasi yang melayani jalur lintas provinsi tersebut.
PO Pulau Indah Jaya merupakan operator bus yang melayani jalur Kaltim dan Kalsel ini sejak tahun 1985. Kemudian beberapa tahun terakhir DAMRI turut meramaikan pilihan angkutan di jalur Banjarmasin-Samarinda ini.
Namun ada perbedaan layanan pada kedua bus tersebut. Pertama, dari merek bus yang digunakan Pulau Indah Jaya menggunakan bus Hino sedangkan DAMRI menggunakan Mercedez Bens.
Meski demikian kedua bus tersebut sama-sama memiliki fasilitas full AC dengan toilet di dalam.
Soal harga tiket, bus DAMRI menjual tiket Rp 330.000 per orang, sedangkan bus Pulau Indah Jaya sebesar Rp 300.000.
Selain itu, rute yang digunakan untuk melayani penumpang Banjarmasin-Samarinda juga berbeda.
Menurut Muhammad Mu’adz, dalam percakapan di akun Instagram @infobanjar, dalam rute tersebut bus DAMRI melewati Batulicin sedangkan Pulau Indah melalui wilayah Hulu Sungai.
Editor : Thomas Dwi Priyandoko