Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Akses Terputus Akibat Kemarau, Pemprov Kaltim Siapkan Pengiriman Logistik via Udara dan Darat untuk Warga di Mahulu

Denny Saputra • Kamis, 31 Juli 2025 | 19:00 WIB
Salah satu akses Tering, Kubar menuju Ujoh Bilang, Mahulu yang akan dibangun Pemprov Kaltim tahun ini.
Salah satu akses Tering, Kubar menuju Ujoh Bilang, Mahulu yang akan dibangun Pemprov Kaltim tahun ini.

KALTIMPOST.ID-Pemprov Kaltim tak tinggal diam menyikapi dampak kemarau yang mulai dirasakan di wilayah pedalaman, khususnya Mahakam Ulu (Mahulu).

Cuaca ekstrem telah menyebabkan jalur sungai tidak bisa dilalui. Sementara akses darat pun masih belum sepenuhnya terbuka.

Sebagai respons, Pemprov Kaltim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim menyiapkan skema pengiriman logistik menggunakan dua jalur sekaligus, darat dan udara.

Analis Kebijakan BPBD Kaltim Sugeng Priyanto menjelaskan upaya itu dipicu oleh penetapan status siaga darurat oleh Pemkab Mahulu sejak 28 Juli 2025 lalu untuk Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai.

“Begitu status ditetapkan, kami langsung koordinasi. Bahkan rapat lintas sektor dipimpin langsung oleh sekprov Kaltim. Dari situ disepakati bantuan logistik dari Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim dan Bulog sebanyak 68,5 ton beras,” kata Sugeng, Kamis (31/7).

Bantuan lain juga disiapkan oleh DPPKUKM Kaltim untuk operasi pasar berupa gula dan minyak goreng untuk menstabilkan harga.

Namun persoalan utama adalah medan distribusi. Jalur sungai tak bisa dilalui. Sementara jalur darat hanya bisa ditembus hingga titik tertentu.

“Untuk Long Apari dan Long Pahangai, kami siapkan dua opsi. Pertama dengan helikopter, surat permohonan dari pemkab sudah dikirim ke Gubernur. Kedua, kami juga komunikasi dengan BNPB dan Dishub untuk alternatif lain. Intinya, helikopter sedang diupayakan,” terang Sugeng.

Rencana distribusi darat sendiri akan dimulai Jumat (1/8). BPBD Kaltim bersama DPTPH akan mengawal pendistribusian beras hingga ke Tering, Kutai Barat.

Setelah itu, logistik akan dilanjutkan oleh Pemkab Mahulu menuju Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagus, dan wilayah terdampak lainnya.

“BPBD posisinya sebagai pengawal. Di lapangan, Tim Reaksi Cepat BPBD Mahulu sedang identifikasi keperluan. Data terakhir dari Mahulu menyebut 1.577 paket bantuan diperlukan untuk Long Apari. Untuk Long Pahangai kami masih tunggu data terbaru,” singkatnya.

Bantuan juga mencakup paket gizi untuk balita dan dewasa berupa susu, mi instan, dan keperluan pokok lain.

“Kami siapkan sesuai permintaan. Yang jelas akses terbatas jadi logistik perlu dibagi kecil, misal beras 5 kilogram per paket supaya mudah didistribusikan,” tutup Sugeng. (rd)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Romdani.
#sungai mahakam #akses terputus #kekeringan #Mahakam Ulu #Kutai Barat