KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Terhitung Januari-Juni 2025, Kementerian Perdagangan mencatat ada 700-800 UMKM yang terfasilitasi dari Export Center. Mereka ikut dalam kegiatan business matching yang hampir setiap hari berjalan.
"Rata-rata UMKM yang dibantu belum pernah ekspor dan mereka tidak pernah ketemu dengan buyer karena semua melalui online," kata Menteri Perdagangan Budi Santoso, Jumat (1/8).
Dia menyebutkan, hingga pertengahan 2025, transaksi dari business matching sudah mencapai USD 90 juta atau setara Rp 1,4 Triliun. Potensi yang sangat besar dari UMKM.
“Itu pun hanya lewat online. Kita gunakan fasilitas yang ada tapi tetap bisa transaksi,” ujarnya. Saat ini, Kementerian Perdagangan mempunyai perwakilan dagang di 33 negara.
Mereka sekaligus menjadi marketing produk UMKM untuk dipasarkan ke luar negeri. Pihaknya melakukan presentasi ke perwakilan dagang. Lalu mereka yang mencari buyer.
Menurutnya seusai business matching, banyak buyer luar negeri yang menyukai dan percaya dengan produk Indonesia. Begitu pula UMKM di Kaltim harus mengejar potensi tersebut.
"Syaratnya UMKM harus berdaya saing. Maka sekarang dibina dulu untuk meningkatkan kualitas," ucapnya. Potensi ekspor pun luas mulai Amerika, Eropa, Asia, dan sebagainya.
"Termasuk Timur Tengah, mereka sangat suka produk-produk UMKM kita yang punya ciri khas," ujarnya. Budi mengajak semua pihak mendukung bersama membangun ekspor.
Mulai dari desa, kelurahan, kabupaten, dan kota. Setiap daerah memiliki produk UMKM. "Tinggal kita standarisasi produk agar bisa menembus pasar ekspor," tegasnya.
Selain itu, pemerintah daerah diminta untuk saling kolaborasi dengan Export Center. "Terutama agar bagaimana caranya UMKM di Kalimantan Timur segera ekspor secara optimal," tutupnya. (*)
Editor : Duito Susanto