KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Keberadaan Export Center Balikpapan ditargetkan bisa menjangkau UMKM. Tak hanya di kota, namun UMKM yang tersebar di berbagai belahan Bumi Kalimantan.
Mengingat hasil alam hingga kerajinan begitu melimpah. Tentu tidak kalah berkualitas untuk dipasarkan ke level mancanegara.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) memilih Balikpapan sebagai lokasi Export Center mewakili Kalimantan. Sebelumnya, Export Center sudah ada lebih dulu di Surabaya dan Makassar.
Tahun ini, Kemendag menambah dua lokasi Export Center yakni Balikpapan dan Batam. Keduanya telah diresmikan pada Jumat (1/8).
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, salah satu tugas menteri yakni meningkatkan ekspor di setiap pulau. Itu sesuai rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN).
“Kami inisiatif membuka Export Center di Balikpapan untuk membantu pengembangan ekspor di wilayah Kalimantan,” katanya. Serta Export Center Batam di Kepulauan Riau.
Dia menjelaskan, Export Center sudah melayani 4.078 layanan konsultasi sejak operasional tahun lalu. “Kemudian mencatat transaksi ekspor sebesar USD 140,15 juta,” ungkapnya.
Fajarini menambahkan, sejauh ini Export Center telah memfasilitasi 547 business matching. Itu hanya dari dua lokasi Export Center yakni Surabaya dan Makassar.
“Harapannya penambahan dua lokasi Export Center bisa mendorong lonjakan komoditas ekspor,” tuturnya. Sebagai informasi Menteri Perdagangan Budi Santoso bertandang langsung ke Balikpapan.
Export Center Balikpapan berada di Galeri UMKM Kaltim. Fasilitas ini merupakan hasil kerja sama Kemendag dengan Pemprov Kaltim. (*)
Editor : Duito Susanto