Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Mahulu Tetapkan Status Siaga Darurat Kemarau, Logistik Disalurkan lewat Konvoi dan Helikopter

Jody Kristianto • Minggu, 3 Agustus 2025 | 08:30 WIB
Debit sungai yang menjadi akses ke hulu Mahakam Ulu yang menurun
Debit sungai yang menjadi akses ke hulu Mahakam Ulu yang menurun

KALTIMPOST.ID-Pemkab Mahakam Ulu (Mahulu) terus memperkuat langkah-langkah taktis dalam mengantisipasi dampak kemarau berkepanjangan, khususnya di wilayah perbatasan.

Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun memimpin rapat koordinasi dan konsultasi Tim Penanganan Musim Kemarau pada 29 Juli 2025, menghasilkan sejumlah keputusan penting.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam sepekan ke depan belum terpantau adanya potensi hujan di dua kecamatan perbatasan, yakni Long Pahangai dan Long Apari.

Kondisi itu menjadi perhatian serius Pemkab Mahulu mengingat keterbatasan pasokan logistik dan melonjaknya harga bahan pokok di wilayah tersebut.

Sebagai bentuk respons awal, sejak 27 Juli 2025, bantuan beras dari Bulog telah dikirimkan ke dua kecamatan terdampak.

“Untuk tambahan bantuan beras dari Pemprov Kaltim, dalam waktu dekat akan segera dikirimkan. Itu dikoordinasikan langsung oleh Dinas Ketahanan Pangan Kaltim,” ujar Yohanes Avun.

Uniknya, Pemkab Mahulu menggagas konsep distribusi bantuan melalui “Tour de Food”. Yakni konvoi kendaraan operasional milik seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi di lingkungan Pemkab Mahulu secara bergiliran mengangkut bantuan menuju perbatasan.

Alternatif distribusi juga disiapkan dengan melibatkan helikopter. Terutama untuk menjangkau tiga kampung di ujung Long Apari. Yakni Long Apari, Naha Tifab, dan Noha Silat.

Untuk mendukung kelancaran distribusi darat, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mahulu segera melakukan perbaikan infrastruktur di beberapa titik kritis.

Perbaikan itu menjadi krusial mengingat akses jalan darat sangat terbatas di musim kemarau ekstrem seperti saat ini.

Sementara itu, distribusi elpiji ke perbatasan juga menjadi perhatian. Kapal pengangkut gas hanya mampu mencapai Long Iram akibat surutnya Sungai Mahakam.

Maka, armada subsidi ongkos angkut (SOA) akan dikerahkan untuk mengambil elpiji dari Long Iram dan mendistribusikannya ke Long Pahangai dan Long Apari.

“Dalam waktu dekat kita juga akan laksanakan operasi pasar murah. Intervensi itu penting untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok seperti beras bersubsidi, tepung, minyak goreng, dan gula,” lanjut Avun.

Selain bahan pangan, keperluan lainnya seperti logistik darurat juga akan diinventarisasi oleh Dinas Sosial dan akan dipenuhi melalui dana belanja tak terduga (BTT).

Untuk jangka panjang, Pemkab Mahulu menugaskan Dinas PUPR untuk memperbaiki ruas jalan Ujoh Bilang–Long Pakaq, membuka akses Long Pakaq–Tiong Ohang, hingga Tiong Ohang–Long Apari.

Langkah strategis lainnya adalah rencana pembangunan gudang depo logistik pangan di Datah Dawai, yang akan bekerja sama dengan Bulog.

“Kami sudah menjadwalkan audiensi dengan direksi Bulog dalam waktu dekat,” ucapnya.

Demi mengurangi risiko kecelakaan kapal akibat derasnya arus di Riam Panjang, Dinas Perhubungan akan bekerja sama dengan perusahaan kayu untuk memanfaatkan jalan logging.

Rute itu akan digunakan untuk mengangkut logistik dan warga menggunakan truk atau mobil. Tanpa harus melalui jalur sungai yang membahayakan.

Dalam rangka mempercepat penanganan, Pemkab Mahulu telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati tentang Status Siaga Darurat Bencana Kemarau sebagai dasar penggunaan dana BTT.

Pemkab juga telah menyurati Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud untuk meminta dukungan penanganan darurat akibat kemarau yang menyebabkan surutnya Sungai Mahakam dan terhambatnya suplai keperluan pokok ke daerah perbatasan.

“Kami berharap seluruh elemen bergerak cepat dan solid. Kami tidak ingin masyarakat di perbatasan menjadi korban akibat keterlambatan distribusi,” tegas Avun. (rd)

Editor : Romdani.
#logistik antar pulau #GUBERNUR KALTIM H RUDY MAS UD #Kekeringan Air #jalur darurat #Mahakam Ulu #Kutai Barat