Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kaltim Siaga Krisis Pangan: 506 Ton Beras Disiapkan Hadapi Kemarau Panjang

Bayu Rolles • Kamis, 14 Agustus 2025 | 07:23 WIB

Perubahan iklim yang menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih lama.
Perubahan iklim yang menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih lama.
KALTIMPOST.ID, Perubahan iklim membuat musim kemarau bisa lebih lama dari biasanya. Dampaknya tak hanya bikin kering tanah, tapi juga bisa memicu krisis pangan.

Di Kaltim, sejumlah daerah masuk kategori rawan di musim kemarau yang dipresiksi terjadi hingga tiga bulan ke depan.

Beberapa pola dihimpun Dinas Pangan, Tanaman, dan Hortikultura (DPTH) Kaltim menghadapi ancaman krisis pangan di musim kemarau.

"Krisis pangan juga mencakup harga dan distribusi. Enggak melulu soal ketersediaan," kata Rini Susilawati, Sekretaris DPTH Kaltim, dalam sebuah gelar wicara, Rabu, 13 Agustus 2025.

Peningkatan produksi lokal, peningkatan produktivitas, hingga penguatan cadangan pangan di tingkat provinsi atau kabupaten/kota sudah dirancang.

Di gudang penyimpanan, Pemprov Kaltim sudah menyiapkan 506 ton beras sebagai pengaman ketika stabilitas pangan terganggu.

Paser, Penajam Paser Utara, hingga Kutai Barat masuk daftar daerah yang diprediksi terdampak kekeringan di musim kemarau.

Sementara Mahakam Ulu (Mahulu) lebih parah, kekeringan bisa memicu lonjakan harga pangan secara signifikan.

Apalagi, kabupaten termuda di Kaltim itu mengandalkan Sungai Mahakam dalam pendistribusian kebutuhan pangan mereka.

Menyiasati ketergantungan stok dari luar daerah, sambung Rini, pemerintah berencana membangunkan lahan yang tidur untuk kembali produktif.

Lahan baku sawah di Kaltim pada 2024 tercatat 46.640 hektare. Dan 3 ribu di antaranya ada yang terbengkalai, tergenang luapan air, atau tertimbun semak belukar.

Selain mengoptimasi lahan tidur yang terserak di enam kabupaten, ada program cetak sawah baru seluas 1.890 hektare. "Program-program ini diharapkan mendongkrak indeks pertanaman Kaltim," tuturnya.

Lewat program yang sudah dialokasikan ini, diharapkan panen yang semula hanya sekali setahun bisa bertambah jadi dua kali, bahkan dua setengah kali per tahunnya.

"Percepatan tanam pascapanen juga jadi strategi menyiasati kemarau," katanya mengakhiri. (*)

Editor : Almasrifah
#Gelar Wicara #dpthp #musim kemarau #kaltim #iklim