Lebih mengejutkan, pelaku pembunuhan adalah Ade Mulyana (26), asisten rumah tangga yang selama ini dipercaya keluarga.
Dea adalah anak kedua dari lima bersaudara. Bagi adik-adiknya, ia sosok kakak yang selalu peduli. “Teteh orangnya baik. Kalau ketemu selalu nawarin jajan, sayang sama keluarga,” ujar Rafi Karisma, adik korban.
Warga sekitar juga mengenalnya sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul. “Enggak pernah dengar dia punya masalah sama siapa pun,” tutur Salbiah, tetangga korban.
Hari terakhir sebelum tragedi, keluarga besar sempat berkumpul di rumah Dea. Tak ada yang menyangka momen itu menjadi pertemuan terakhir.
Namun, suasana berubah mencekam saat suami korban, Fery Riyana (38), mendapat kabar aneh dari Ade ketika sedang bekerja. Ade datang tergesa-gesa, berpura-pura panik, dan mengaku Dea tengah ‘dikepung’ oleh orang tak dikenal.
Sepanjang perjalanan pulang, Fery mencatat banyak kejanggalan. Ade mengaku disuruh Dea membeli susu—padahal korban tidak pernah menyukai minuman itu.
Tersangka juga mengatakan kunci rumah hilang dan menyarankan memakai kunci cadangan yang menempel di gantungan motor.
Kecurigaan Fery semakin kuat ketika tiba di rumah. Tidak ada tanda-tanda pintu atau jendela dibuka paksa. CCTV rumah mati karena kabelnya terlepas dari listrik.
Saat masuk, ia mendapati sang istri sudah tergeletak tak bernyawa dengan luka di wajah dan tubuh tertutup kain. Anehnya, Ade justru tidak masuk rumah, melainkan berguling di halaman sambil memukul kepala seolah sedang stres.
Fery tetap menjaga ketenangan dan mengawasi gerak-gerik Ade sampai polisi tiba. “Saya sudah curiga ini ulah orang dalam,” ujarnya. Polisi kemudian mengamankan Ade di lokasi.
Motif pembunuhan masih diselidiki. Bagi keluarga, kepergian Dea bukan sekadar kehilangan anggota keluarga, tetapi juga sahabat sekaligus panutan yang selama ini menjadi pengikat kasih di rumah.`
Kronologi Tragedi Dea Purwakarta:
1. Sabtu, 9 Agustus 2025
Keluarga besar Dea Permata Karisma berkumpul di rumah korban di Jatiluhur, Purwakarta. Pertemuan berlangsung hangat dan menjadi momen terakhir keluarga melihat Dea dalam keadaan sehat.
2. Minggu, 10 Agustus 2025, Pukul 13.30 WIB
Suami korban, Fery Riyana, sedang berada di tempat kerja. Tiba-tiba Ade Mulyana, asisten rumah tangga yang telah lama dipercaya keluarga, datang terburu-buru dengan wajah panik. Ia mengaku Dea sedang “dikepung” orang tak dikenal di rumah.
3. Perjalanan Pulang
Dalam perjalanan, Ade menceritakan versi kejadian yang janggal—mengaku disuruh Dea membeli susu, padahal korban tidak pernah menyukai minuman itu. Ia juga mengatakan kunci rumah hilang dan menyarankan memakai kunci cadangan yang tergantung di motor.
4. Tiba di Rumah
Sesampainya di rumah, Fery tidak mendapati tanda-tanda pintu atau jendela dibuka paksa. CCTV rumah mati karena kabelnya terlepas dari dalam. Kecurigaan semakin menguat bahwa pelaku adalah orang dalam.
5. Penemuan Korban
Saat pintu dibuka, Fery mendapati istrinya tergeletak di lantai, bersimbah darah, dengan wajah dan tubuh penuh luka. Korban sudah tidak bernyawa. Sementara Ade justru berguling di halaman sambil memukul kepala, berpura-pura terpukul.
6. Pengamanan Pelaku
Fery tetap tenang dan memastikan Ade tidak melarikan diri. Saat polisi tiba, ia langsung menyampaikan kecurigaannya. Ade kemudian diamankan di lokasi. Hasil penyelidikan awal menunjukkan jejak kaki berlumur darah di dalam rumah yang ukurannya sesuai kaki pelaku.
Baca Juga: Megawati Kembali Tunjuk Hasto Kristiyanto Jadi Sekjen PDIP Usai Bebas dari Penjara
7. Proses Penyidikan
Polisi menetapkan Ade Mulyana sebagai tersangka pembunuhan. Motifnya masih didalami, namun dugaan kuat mengarah pada masalah pribadi antara pelaku dan korban.
Editor : Uways Alqadrie