Sang suami, Adji Darmaji, menceritakan perjalanan panjang istrinya melawan kanker payudara. Penyakit itu mulai dirasakan sejak masa kehamilan. Awalnya hanya berupa benjolan kecil yang sempat dianggap kantong susu. Namun setelah melahirkan, benjolan makin membesar.
“Awalnya dikira bawaan kehamilan. Tapi setelah diperiksa, ternyata kanker,” ujar Adji di rumah duka, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (16/8).
Vonis kanker payudara stadium awal jatuh setelah dilakukan biopsi. Meski sudah menjalani kemoterapi, pertumbuhan sel kanker tetap agresif. Kondisi Mpok Alpa kian berat ketika dokter menyatakan kanker telah menyebar ke paru-paru.
“Sebulan terakhir napasnya makin berat. Dokter bilang sudah menjalar,” lanjut Adji.
Di balik rasa sakit, Mpok Alpa tetap menunjukkan semangat hidup. Ia dikenal aktif dan tak mau memanjakan penyakitnya. Aktivitas bersama teman-teman justru dijadikan pelarian dari rasa sakit.
“Kalau sakitnya belum parah, dia tetap beraktivitas. Prinsipnya jangan dimanja, biar enggak makin drop,” kenang sang suami.
Meski sempat berobat hingga ke luar negeri, perjuangan itu akhirnya harus terhenti. Mpok Alpa menghembuskan napas terakhir di usia 38 tahun. Ia meninggalkan suami dan empat anak.
Kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tapi juga bagi dunia hiburan Tanah Air yang selama ini diwarnai canda khasnya.
Editor : Uways Alqadrie