Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pulau Miang di Kutim Punya Magnet Baru, Wisatawan Bisa Menyapa Hiu Paus Langsung di Laut

Jufriadi • Selasa, 19 Agustus 2025 | 11:03 WIB
MOMEN LANGKA: Wisatawan menikmati pengalaman langka menyelam bersama hiu paus di perairan Pulau Miang, Kutai Timur. (Dok. Pokdarwis Nusabale Pulau Miang)
MOMEN LANGKA: Wisatawan menikmati pengalaman langka menyelam bersama hiu paus di perairan Pulau Miang, Kutai Timur. (Dok. Pokdarwis Nusabale Pulau Miang)


KALTIMPOST.ID, SANGATTA–Pulau Miang, sebuah desa kecil di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mulai dilirik sebagai destinasi bahari baru di Kalimantan Timur. Daya tariknya bukan sekadar panorama laut, tetapi keberadaan Hiu Paus (Rhincodon Typus) yang bisa ditemui langsung di perairan sekitar pulau tersebut.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nusabale Pulau Miang Viqri Haikal menyebut, kemunculan hiu paus membuka peluang besar bagi pariwisata berbasis konservasi di wilayahnya.

"Adanya habitat hewan itu jadi magnet baru penarik wisatawan untuk ke Pulau Miang," ujarnya, Senin (18/8).

Untuk mengoptimalkan potensi itu, Viqri bersama anggota Pokdarwis kini melakukan riset lapangan. Mereka memetakan pola kemunculan hiu paus, mulai titik lokasi, kondisi arus, hingga waktu yang tepat bagi wisatawan untuk berinteraksi.

“Karena harus tahu dulu airnya seperti apa, kemudian cuaca, terus bulan timbulnya kapan. Kalau beruntung kita dapat menyaksikan dan berenang bersama mamalia laut tersebut,” katanya.

Hasil pengamatan awal mencatat, sedikitnya ada empat ekor hiu paus yang sering terlihat di sekitar perairan pulau. Namun, faktor cuaca dan pasang surut laut masih sangat berpengaruh.

“Belum ada spot pasti untuk menyelam. Karena itu diperlukan kajian lebih lanjut agar jadwal kunjungan wisatawan dapat diatur dengan lebih pasti dan aman,” lanjut Viqri.

Belajar dari pengalaman daerah lain, Pokdarwis Nusabale menjadikan Gorontalo sebagai rujukan pengelolaan wisata hiu paus.

“Kami akan berkonsultasi kepada instansi terkait dahulu biar destinasi itu dapat menjadi penarik wisatawan secara terus-menerus dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Konsultasi itu, lanjut Viqri, mencakup penyusunan standar operasional prosedur (SOP) wisata yang aman, pedoman interaksi agar satwa tidak terganggu, serta strategi promosi yang tepat sasaran.

Dengan pola pengelolaan profesional, Pulau Miang diharapkan bisa bersaing sebagai destinasi unggulan wisata bahari di Kutim.

Transportasi menuju perairan tempat hiu paus muncul telah dipersiapkan. Kapal wisata tersedia untuk membawa pengunjung menikmati pengalaman langka dengan aman dan nyaman. "Sudah disiapin, jadi bisa dihubungi langsung ke sana," pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#hiu paus #kutai timur #wisatawan #pulau miang