Video tersebut pertama kali diunggah akun Instagram @rinjaniindonesia, empat hari lalu. Hingga Selasa (19/8), unggahan itu sudah dibagikan hampir 6 ribu kali dan mendapat lebih dari 20 ribu tanda suka.
Baca Juga: Perang Rusia-Ukraina Hampir Tamat? Zelensky Nyatakan Siap Empat Mata dengan Putin
Ketua Asosiasi Trekking Senaru (Atos), Munawir, menegaskan bahwa pemandian air panas di kawasan Rinjani memiliki aturan tersendiri. Pendaki tidak diperkenankan menggunakan sabun, sampo, apalagi pakaian minim.
“Kita dari asosiasi menyayangkan. Itu dianggap tidak sopan. Tamu biasanya diarahkan untuk berpakaian rapi atau membawa handuk dari tenda,” ujar Munawir.
Menurut dia, kejadian ini kemungkinan terjadi karena kurangnya perhatian dari pengemudi. Padahal, lanjutnya, wisatawan asing biasanya cukup menghormati jika diberi penjelasan soal adat, budaya, maupun kepercayaan masyarakat setempat.
Baca Juga: Benarkah Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara? Ini Klarifikasi Kemenkeu
Rinjani sendiri bukan sekadar destinasi wisata. Gunung setinggi 3.726 mdpl ini juga dianggap sakral oleh masyarakat Sasak. Oleh karena itu, etika pendakian harus benar-benar dijaga.
“Kami berharap semua pihak lebih serius mengingatkan tamu agar tidak melakukan hal-hal yang menyinggung nilai lokal,” pungkas Munawir.
Editor : Uways Alqadrie