Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Stok Beras di Kaltim Mandek Sepekan, Distribusi Tersendat Imbas Temuan Beras Premium Bermasalah

Bayu Rolles • Selasa, 19 Agustus 2025 | 20:45 WIB

Gubernur Kaltim Rudy Mas
Gubernur Kaltim Rudy Mas

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Sudah sepekan stok beras di Kaltim tak bertambah. Distribusi mandek selepas ditemukannya beras premium yang tak memenuhi syarat di pasaran. Kondisi ini memicu rasa waswas.

Pemprov lewat dinas terkait, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) intens menyisir kondisi di lapangan. "Hasilnya harga masih stabil. Bahkan ada yang lebih murah Rp500 dari harga pasar," papar Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, dalam agenda Coffe Morning di Kantor Kegubernuran Kaltim, Selasa, 19 Agustus 2025.

Memang ada kekhawatiran dari para pedagang lantaran stok yang dijual terus menyusut, tanpa suplai baru sepekan terakhir. Cerita yang tak jauh berbeda juga muncul dari ritel modern. Biasanya pemenuhan suplai itu berjalan tiga hingga lima kali setiap harinya. Tapi dalam kurun waktu serupa tak ada suplai baru yang diterima.

Baca Juga: Kaltim Siaga Krisis Pangan: 506 Ton Beras Disiapkan Hadapi Kemarau Panjang

"Tapi ini hanya untuk beras premium dan terjadi merata di semua kabupaten/kota," lanjutnya menegaskan. Pemerintah sudah berkoordinasi dengan sejumlah distributor beras di Kaltim dan mencari solusi agar pemenuhan mutu benar-benar sesuai aturan. Di lain sisi, Rudy paham betul jalur distribusi di Kaltim terbilang panjang dan pastinya memakan waktu yang tak singkat.

Kepala DPPKUKM Kaltim, Henny Purwaningsih menambahkan. Dia tak menepis melemahnya distribusi itu imbas dari temuan adanya beras premium yang tak memenuhi syarat beberapa waktu lalu.

Besar kemungkinan, dampak temuan hasil pengawasan intensif itu membuat produsen atau pemilik merek menyesuaikan mutu beras sebelum diedarkan ke pasaran. "Bisa jadi itu penyebabnya. Karena satgas pangan intens turun ke lapangan," tukasnya.

Baca Juga: Antisipasi Kelangkaan Beras, Pemkot Samarinda Siaga dengan Siapkan Operasi Pasar

Kembali ke Gubernur Rudy. Pemerintah, kata dia, sudah meminta Bulog dan pemilik otoritas terkait distribusi beras untuk menambal ketersediaan beras di pasaran. Meski mutunya bukan beras premium. Hanya beras medium. "Jangan sampai kosong. Baik pasar tradisional atau ritel modern. Dan masyarakat tak perlu panic buying. Pemerintah akan mencari upaya terbaik mengatasi pemenuhan suplai," tukasnya.

Kepala Dinas Pangan Tanaman dan Holtikultura Kaltim, Siti Farisyah Yana, yang hadir dalam forum itu, menjelaskan rerata kebutuhan beras di Kaltim, per bulannya, berkisar 29 ribu hingga 34 ribu ton. "Menyentuh 34 ribu ton hanya di waktu tertentu seperti Ramadan atau hari-hari besar lainnya. Di waktu reguler hanya 29 ribu ton," jelasnya singkat. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#kaltim #Gubernur Kaltim Rudy Mas ud #beras premium langka