Lahir di Bandung, 20 Agustus 1943, ia tumbuh di keluarga besar Hardjakusumah bersama enam saudara lainnya. Dari keluarganya inilah lahir grup musik legendaris Bimbo yang sejak era 1970-an dikenal luas hingga lintas generasi.
Sebagai anak kedua, Acil menjadi bagian penting dalam perjalanan Bimbo. Ia bersama kakaknya Sam serta adiknya Jaka dan Iin Parlina membentuk formasi vokal dengan ciri harmoni khas yang sulit ditiru.
Suaranya kerap menjadi penopang di tengah balutan musik balada, religi, hingga kritik sosial yang mereka usung.
Acil memulai kiprah bermusik sejak remaja, terinspirasi dari penyanyi mancanegara seperti Robin Gibb, Everly Brothers, Cliff Richard, hingga Paul Anka. Bersama Bimbo, ia merilis ratusan lagu sepanjang karier. Beberapa karya mereka bahkan menjadi penanda zaman, seperti “Tuhan”, “Sajadah Panjang”, “Rindu Rasul”, hingga lagu-lagu satire seperti “Surat untuk Reagan dan Brezhnev”.
Tidak hanya berkutat di dunia musik, Acil juga aktif di bidang sosial dan kebudayaan. Ia mendirikan Bandung Spirit, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berdiri pada tahun 2000.
Dari sana, ia kerap menggerakkan kegiatan sosial serta mendorong pelestarian budaya. Peran ini membuatnya dihormati bukan hanya sebagai musisi, tapi juga sebagai budayawan.
Soal pendidikan, Acil menyelesaikan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran pada 1974, lalu melanjutkan ke bidang kenotariatan di kampus yang sama pada 1994.
Bekal akademis tersebut menjadi modal tambahan dalam kiprah organisasinya.
Dalam kehidupan pribadi, Acil menikah dengan Ernawati dan dikaruniai empat anak. Dari keluarganya lahirlah generasi penerus yang juga menapaki dunia seni, termasuk cucu-cucunya: Adhisty Zara dan Hasyakyla Utami, keduanya pernah dikenal sebagai anggota grup idola JKT48.
Selama hidupnya, Acil bukan hanya dikenal sebagai vokalis, tetapi juga sosok yang konsisten menjaga idealisme musik. Ia mampu meramu harmoni sederhana menjadi karya abadi yang masih dinyanyikan hingga kini. Di balik panggung, ia dikenal rendah hati dan dekat dengan berbagai kalangan.
Biodata Singkat
Nama lengkap: Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah, S.H., M.Kn.
Lahir: Bandung, 20 Agustus 1943
Profesi: Musisi, budayawan
Grup musik: Bimbo (1966–sekarang)
Pendidikan: Fakultas Hukum Unpad (1974), Kenotariatan Unpad (1994)
Organisasi: Pendiri LSM Bandung Spirit, pembina sejumlah kegiatan budaya dan sosial
Keluarga: Istri Ernawati, 4 anak, cucu Adhisty Zara & Hasyakyla Utami
Daftar Musik Sam Bimbo bersama Bimbo:
1. Lagu Religi & Islami
Tuhan (1970)
Sajadah Panjang (lirik Taufiq Ismail)
Rindu Rasul
Ada Anak Bertanya pada Bapaknya
Puasa
Balada Seorang Tua di Kaki Gunung
Bulan Ramadan
Lailatul Qadar
Kasih Sayang untuk Semua
2. Lagu Balada & Humanis
Lagu dengan tema kehidupan, cinta sederhana, dan kritik sosial.
Cahaya Bulan
Angin September
Sampul Surat
Setetes Embun
Melati dari Jayagiri
Kau dan Aku Satu
Bermata Tapi Tak Melihat
3. Lagu Satire dan Kritik Sosial-Politik
Bimbo juga dikenal berani menyampaikan kritik lewat musik.
Surat untuk Reagan dan Brezhnev
Selamat Datang Presiden
Politik Uang
Indonesia 2000
Bangkitlah Nusa Bangsa
4. Album Religi Ramadan (Serial Populer)
Setiap Ramadan, Bimbo kerap merilis lagu/album religi yang menjadi tradisi di radio & TV:
Tuhan (1971)
Puasa (1972)
Sajadah Panjang (1973)
Rindu Rasul (1974)
Ada Anak Bertanya pada Bapaknya (1975)
(Daftar ini berlanjut hingga 2000-an, hampir tiap tahun ada rilisan baru untuk Ramadan).
5. Kolaborasi & Lagu Lain yang Melekat di Publik
Indonesia Pusaka (versi Bimbo, sangat populer di momen kenegaraan)
Baca Juga: Derita Nunung Kala Divonis Mengidap Sakit Kanker Payudara, Dapat Dukungan Moril dari Titiek Puspa
Syair Kehidupan
Bunga Sedap Malam
Senyum dan Harapan
Flamboyan
Editor : Uways Alqadrie