Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Massa Demo di Mako Polres PPU, Bahas Gaji Guru Hingga Tuntut Kapolri Lengser

Ahmad Maki • Selasa, 2 September 2025 | 18:10 WIB
ASPIRASI: Massa aksi meminta Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara menandatangani fakta integritas.
ASPIRASI: Massa aksi meminta Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara menandatangani fakta integritas.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Asap hitam pekat membubung di depan Markas Kepolisian Resor (Polres) Penajam Paser Utara (PPU), Selasa (2/9/2025). Sejumlah massa dari Aliansi Gerakan Rakyat Penajam membakar ban bekas saat berorasi.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alex Danantara, yang turut hadir bersama Dandim 0913/PPU, Letkol Inf Andhika Ganessakti menghadapi massa.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan berbagai tuntutan, baik terkait isu daerah maupun isu nasional. Untuk lingkup daerah, mereka mendesak pemerintah agar memberikan gaji layak dan standar bagi para guru di PPU, melengkapi serta memperbaiki fasilitas pendidikan, hingga menuntut transparansi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selain itu, massa juga menekankan pentingnya pembangunan Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) PPU, serta meminta penegakan hukum tegas terhadap perusahaan yang nakal.

Terutama yang memberikan gaji di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK), tidak membayar lembur, serta mengabaikan fasilitas BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan bagi karyawan.

Di sisi lain, isu nasional juga menjadi sorotan massa aksi. Mereka menuntut pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset bagi terpidana korupsi, penghapusan tunjangan mewah anggota DPR, pencabutan undang-undang yang dinilai tidak berpihak pada rakyat, serta penghentian tindakan represif aparat terhadap masyarakat.

Tuntutan lainnya yakni memecat anggota DPR yang dianggap menghina rakyat, mereformasi kinerja kepolisian agar profesional dan berempati pada masyarakat, hingga mendesak pencopotan Kapolri yang dinilai gagal melindungi rakyat.

Massa juga menyerukan penegakan hukum seadil-adilnya terhadap kasus pembunuhan aktivis Affan Kurniawan. Menanggapi aksi tersebut, Kapolres PPU AKBP Andreas Alex Danantara menyatakan pihaknya telah mendengar dan mencatat aspirasi masyarakat.

Ia juga menyatakan kesediaannya menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen. “Kami turut berduka atas meninggalnya Almarhum Affan Kurniawan,” ucap Andreas.

Ia menegaskan akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan masyarakat PPU, termasuk meneruskan langsung ke Mabes Polri. Setelah penyampaian aspirasi di depan Mako Polres, Kapolres bersama aparat TNI mengawal jalannya aksi long march massa menuju Kantor DPRD PPU untuk melanjutkan orasi. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#penajam paser utara #gaji guru #Orasi #demo #polres #bakar #ban bekas #kapolri