Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Aksi Demo 3 September 2025 Memanas Lagi! Aliansi Perempuan Indonesia Tuntut Hal Ini

Ilmidza Amalia Nadzira • Rabu, 3 September 2025 | 13:33 WIB
Demo 3 September 2025, Aliansi Perempuan Indonesia aksi di depan DPR RI pukul 10.00 WIB.
Demo 3 September 2025, Aliansi Perempuan Indonesia aksi di depan DPR RI pukul 10.00 WIB.

KALTIMPOST.ID, Situasi unjuk rasa yang bergulir sejak akhir Agustus belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Justru pada Rabu, 3 September 2025, situasi diperkirakan kembali memanas. Pasalnya, Aliansi Perempuan Indonesia memastikan bakal menggelar aksi besar di depan Gedung DPR RI mulai pukul 10.00 WIB.

Tidak seperti aksi sebelumnya, kali ini mereka kompak menggunakan dress code pink dan hitam. Warna itu dipilih sebagai simbol perjuangan sekaligus perlawanan terhadap tindakan represif aparat.

Dalam pernyataannya, perwakilan aliansi Mutiara Ika menyebut bahwa aksi ini digelar untuk mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan segala bentuk kekerasan negara terhadap demonstran.

“Kami menuntut aparat tidak lagi masuk ke area kampus atau permukiman warga dengan dalih menjaga keamanan. Itu adalah pelanggaran serius terhadap hak sipil masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, mereka juga mendesak pemerintah memberi jaminan perlindungan bagi korban luka maupun demonstran yang ditangkap selama aksi berlangsung. Menurut mereka, langkah ini harus segera dilakukan agar tidak menambah daftar panjang korban yang jatuh akibat bentrokan.

Sejak 25 Agustus lalu, Jakarta menjadi episentrum aksi protes yang menyoroti berbagai kebijakan pemerintah.

Situasi kian panas setelah tragedi Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas tertabrak kendaraan taktis Brimob pada 28 Agustus. Insiden itu memicu gelombang simpati sekaligus amarah publik.

Namun di tengah aksi yang seharusnya berlangsung damai, muncul kelompok tak dikenal yang memanfaatkan situasi untuk berbuat anarkis.

Aksi pembakaran fasilitas umum, penyerangan markas polisi, hingga penjarahan pun tak terhindarkan. Bahkan, rumah milik sejumlah anggota DPR RI juga ikut menjadi sasaran.

Aksi demo yang terus meluas ini kini menjadi sorotan tidak hanya dalam negeri, tetapi juga internasional.

PBB hingga Parlemen ASEAN sebelumnya telah menyerukan investigasi independen terhadap korban kerusuhan, termasuk kasus tewasnya Affan Kurniawan.

Situasi ini membuat aksi 3 September diprediksi akan menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian protes.

Publik menunggu langkah nyata pemerintah, apakah akan merespons dengan pendekatan dialog atau kembali menurunkan aparat dengan kekuatan penuh.

Meski Aliansi Perempuan Indonesia tampil sebagai motor utama aksi hari ini, sejumlah kelompok sipil lain juga diperkirakan bergabung.

Mereka menuntut pemerintah menghentikan kebijakan yang dianggap tidak pro-rakyat dan hanya membebani anggaran negara.

Dengan eskalasi yang terus meningkat, unjuk rasa 3 September bukan hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi, tetapi juga ujian serius bagi Presiden Prabowo dalam menghadapi kritik rakyat di jalanan.

Editor : Hernawati
#demonstrasi #aksi demo #unjuk rasa #aliansi perempuan indonesia