Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Daftar Korban Jiwa Gelombang Demonstrasi 25–31 Agustus 2025, Terbanyak di Makassar

Uways Alqadrie • Rabu, 3 September 2025 | 18:05 WIB

Aksi massa membakar Gedung DPRD Makassar mengakibatkan tiga nyawa melayang. (FOTO: IST)
Aksi massa membakar Gedung DPRD Makassar mengakibatkan tiga nyawa melayang. (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, JAKARTA- Gelombang aksi unjuk rasa di sejumlah kota sepanjang 25–31 Agustus 2025 menyisakan duka mendalam. Data dari YLBHI mencatat, sedikitnya 10 orang meninggal dunia dan lebih dari seribu orang terluka akibat bentrokan dengan aparat.

Kasus paling menyita perhatian terjadi di Makassar. Seorang pengemudi ojek online, Rusdam Diansyah (26), tewas dikeroyok massa setelah dituding sebagai intel polisi. Jenazahnya dimakamkan sehari kemudian di Panaikang, Makassar.

“Dia ini tulang punggung keluarga. Selama ini bekerja keras, tidak pernah mengeluh,” tutur Reza, adik ipar korban.

Selain Rusdam, korban jiwa lain di Makassar adalah Muhammad Akbar Basri, staf Humas DPRD Kota Makassar; Syahrina Wati, staf DPRD; serta Syaiful Akbar, pejabat di Kecamatan Ujung Tanah. Ketiganya meregang nyawa saat gedung DPRD Sulsel terbakar.

Di Yogyakarta, mahasiswa Rheza Sendy Pratama (21) meninggal setelah bentrok di depan Mapolda DIY. Tubuhnya penuh luka lebam, bahkan terdapat bekas injakan sepatu. Orang tuanya menolak autopsi, namun tetap berharap kasus ini diusut.

Kematian penuh tanda tanya juga terjadi di Semarang. Iko Juliant Junior (20), mahasiswa Unnes, dikabarkan meninggal setelah sempat kritis di RSUP Dr Kariadi. Polisi menyebut kecelakaan sebagai penyebab, tetapi keluarga menilai luka-luka di tubuhnya janggal.

Korban lainnya tersebar di berbagai daerah, seperti Affan Kurniawan, pengemudi ojek online, tewas terlindas kendaraan taktis polisi di Jakarta.

Andika Lutfi Falah (16), pelajar Tangerang, meninggal setelah koma tiga hari akibat luka di kepala. Sumari, warga Surakarta, diduga meninggal karena gas air mata. Lalu Septinus Sesa (39), warga Manokwari, Papua, juga tewas akibat paparan gas air mata.

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah menilai kondisi ini mengkhawatirkan. “Kekerasan aparat terus berulang karena ruang dialog terlalu sempit,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mendesak pemerintah segera menjawab tuntutan rakyat. “Jangan tunggu korban berjatuhan lebih banyak,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto justru menginstruksikan aparat untuk bertindak tegas pada massa yang dianggap anarkis. Ia juga memerintahkan kenaikan pangkat bagi polisi yang terluka.

Gelombang demonstrasi yang awalnya menolak berbagai kebijakan pemerintah kini berkembang menjadi tuntutan lebih luas: reformasi kepolisian, penghentian kekerasan, hingga usut tuntas kasus kematian para korban.

Baca Juga: Pasca-Gedung Negara Grahadi Terbakar, Wagub Emil Dardak Peluk dan Nasihati Pelaku Pembakaran yang Masih di Bawah Umur

Daftar Korban Jiwa

Makassar, Sulawesi Selatan

1. Rusdam Diansyah (26) – pengemudi ojek online, tewas dikeroyok massa karena dituduh intel polisi.

2. Muhammad Akbar Basri – staf Humas DPRD Kota Makassar, tewas terjebak di gedung DPRD terbakar.

3. Syahrina Wati – staf DPRD Kota Makassar, meninggal dalam kebakaran gedung DPRD.

4. Syaiful Akbar – Plt Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, meninggal setelah melompat dari lantai empat gedung DPRD.

Yogyakarta

5. Rheza Sendy Pratama (21) – mahasiswa Amikom, meninggal setelah bentrok di depan Mapolda DIY, tubuh penuh luka lebam.

Semarang, Jawa Tengah

6. Iko Juliant Junior (20) – mahasiswa Unnes, meninggal di RS Kariadi dengan luka janggal, diduga akibat penganiayaan.

Jakarta

7. Affan Kurniawan – pengemudi ojek online, tewas terlindas kendaraan taktis polisi usai aksi di Jakarta.

Tangerang, Banten

8. Andika Lutfi Falah (16) – pelajar SMK, meninggal setelah koma tiga hari akibat cedera berat di kepala.

Surakarta, Jawa Tengah

9. Sumari – warga Solo, meninggal diduga karena paparan gas air mata saat demo.

Manokwari, Papua

10. Septinus Sesa (39) – warga, meninggal akibat gas air mata saat aksi menolak pemindahan terdakwa makar.

Editor : Uways Alqadrie
#Affan Kurniawan #Gedung DPRD makassar dibakar #demo 30 Agustus 2025 #demo 29 agustus 2025