Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Demo Lanjutan 4 September, Buruh Geruduk Monas Desak 14 Tuntutan Ini untuk Prabowo

Ilmidza Amalia Nadzira • Kamis, 4 September 2025 | 11:09 WIB

 

 Ilustrasi demo, berlanjut 4 September oleh para buruh yang aksi di Jakarta hari ini.
 Ilustrasi demo, berlanjut 4 September oleh para buruh yang aksi di Jakarta hari ini.

KALTIMPOST.ID, Ibukota kembali bergejolak. Kamis (4/9), ribuan buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) turun ke jalan.

Titik utama aksi dipusatkan di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya hingga Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Sejak pukul 10.00 WIB, massa sudah berkumpul di depan kantor International Labour Organization (ILO), Menteng, sebelum melakukan long march menuju lokasi.

Ajakan aksi ini sudah ramai disebarkan sehari sebelumnya melalui akun Instagram resmi @kabarburuh.

“Mari bergabung dalam aksi terpimpin 4 September 2025,” tulis seruan tersebut. Gebrak menyebut aksi kali ini sebagai seruan rakyat untuk menggugat”, dengan pesan utama mendesak pemerintah menghentikan represivitas aparat.

Menurut Gebrak, gelombang aksi yang berlangsung sejak 25 Agustus lalu sudah memakan banyak korban. Mereka menuding aparat melakukan kekerasan berlebihan terhadap massa demonstran.

“Sedikitnya 10 orang telah gugur sebagai martir, ribuan mengalami luka-luka, dan ratusan ditahan polisi,” demikian bunyi pernyataan Gebrak. Aliansi buruh itu menegaskan, demokrasi sedang dipasung melalui tindakan kekerasan aparat.

Selain menyoroti kekerasan, Gebrak juga membawa sederet tuntutan ekonomi. Mereka menekan pemerintah agar menurunkan tarif pajak bagi rakyat kecil, menurunkan harga sembako, hingga segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

Yang menarik, dalam aksi kali ini Gebrak menghadirkan replika patung tikus berdasi sebagai simbol perlawanan. Ketua Umum Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Unang Sunarno, mengatakan tikus berdasi itu adalah representasi dari para koruptor yang dianggap merajalela di negeri ini. “Kami hadirkan sebagai bentuk sindiran keras, bahwa negara gagal memberantas korupsi dan minim kemauan untuk mengesahkan undang-undang pro rakyat,” ujarnya, Rabu (3/9).

Unang menyebut, secara keseluruhan ada 14 tuntutan yang dibawa buruh pada aksi 4 September ini. Dari jumlah itu, lima di antaranya menjadi prioritas yang harus segera dijawab Presiden Prabowo Subianto dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Pemerintah harus menunjukkan komitmen pro-rakyat dengan segera memenuhi lima tuntutan tersebut,” tegasnya.

Gelombang aksi yang berlangsung hampir dua pekan terakhir memang belum mereda. Semua berawal dari kemarahan publik terhadap tunjangan fantastis anggota DPR yang dinilai tidak masuk akal di tengah kondisi rakyat yang sedang kesulitan ekonomi.

Situasi kian memanas setelah tragedi Kamis (28/8), ketika kendaraan taktis milik Korps Brimob menabrak seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, hingga tewas. Insiden itu memicu amarah publik, membuat jumlah massa yang turun ke jalan semakin besar.

Presiden Prabowo sempat merespons dengan mencabut tunjangan perumahan bagi anggota DPR dan melakukan moratorium kunjungan kerja luar negeri. Namun, langkah tersebut dianggap belum cukup oleh buruh maupun elemen masyarakat sipil.

Kini, aksi 4 September menjadi penanda bahwa gelombang perlawanan belum padam. “Perjuangan harus terus digelorakan sampai tuntutan dimenangkan,” tegas Gebrak dalam seruannya. Jakarta pun bersiap menghadapi hari yang panas dengan teriakan buruh dan rakyat kecil yang menuntut keadilan.(*)

 

 

Editor : Thomas Priyandoko
#jakarta #demo #monas #prabowo #buruh