KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kepedulian Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro terkait ketahanan pangan hingga keamanan Kaltim dipaparkan ketika direksi Kaltim Post Grup bersilaturahmi dengan orang nomor satu di kepolisian Bumi Etam itu.
Menurutnya, pihaknya telah maksimal melakukan upaya menjaga ketahanan pangan. Mulai penanaman jagung, menjaga stabilitas kebutuhan pokok, gerakan pangan murah, hingga memelihara keamanan di tengah masyarakat.
Apalagi selama sepekan terakhir, stabilitas keamanan ditingkatkan menyusul aksi unjuk rasa yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kaltim. “Alhamdulillah Kaltim kondusif. Ini berkat peran masyarakat, pemerintah, dan semua elemen,” ujar Endar.
Silaturahmi dihadiri Direktur Kaltim Post Erwin Dede Nugroho bersama Pemimpin Redaksi Romdani, Manajer Bisnis Tritya Sidartha, dan Direktur Balikpapan Televisi Wiji Wijarnako.
Menurut Endar, sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama menjaga kondusivitas daerah, berpengaruh positif terhadap investasi.
Sebab, keamanan sebagai fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi dan keberhasilan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim.
Erwin menambahkan, kondisi yang kondusif dapat memberikan dampak positif terhadap investasi. “Kondusivitas mencerminkan tata kelola dan kehidupan baik. Investasi akan lebih yakin datang ke Kaltim jika kondisinya tenteram dan aman,” terang Erwin.
Di era digital, lanjut Endar, arus informasi begitu deras mengalir melalui media sosial (medsos), pesan singkat, maupun platform daring lainnya. Sayangnya, tidak semua informasi yang tersebar dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Hoaks dan ujaran kebencian kerap muncul dan berpotensi menimbulkan keresahan, memecah belah persatuan, bahkan mengganggu stabilitas bangsa.
“Ketika melihat atau menerima postingan atau informasi di medsos, sebaiknya dicek dahulu kebenarannya,” tutur alumni Akpol 1994 itu.
Sementara Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang marak terjadi melalui medsos.
Pihaknya kerap memberikan edukasi mengenai tanda-tanda penipuan online yang semakin canggih, sehingga warga dapat lebih berhati-hati dan segera melapor jika mencurigai adanya penipuan.
Selain itu, tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks. Selain berdosa, sanksi pidana bisa dikenakan terhadap pelaku. Ketika berita bohong disebar melalui dunia maya, seolah tak ada yang tahu, padahal seluruh dunia bisa melihat.
Ketika ada yang merasa dirugikan, laporannya bisa diproses. “Cek dahulu kebenarannya, jangan disebar,” ungkapnya.
Diskusi santai dan penuh kekeluargaan itu membahas kelangkaan beras beberapa waktu lalu yang menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto. Upaya penegakan hukum dan menjaga stabilitas harga.
Hasilnya, Ditreskrimsus Polda Kaltim dan dinas terkait, mengungkap sejumlah beras medium yang dioplos menjadi premium.
“Selain penyelidikan, kami kerja sama dengan Bulog untuk distribusi beras SPHP, alhamdulilah semua bergerak melalui gerakan pangan murah (GPM) dapat menurunkan harga eceran tertinggi (HET),” jelasnya.
Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Balikpapan menargetkan ribuan anak Balikpapan. Saat ini, telah aktif di Jalan Jenderal Sudirman, Stal Kuda.
Polda Kaltim terus memperkuat peran strategis dalam mendukung percepatan penanganan tengkes dan pemenuhan gizi anak usia sekolah.
Saat ini, Polda Kaltim tengah mempersiapkan pembangunan lima SPPG tambahan di lima kabupaten/kota strategis. Antara lain di Polresta Samarinda, Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Polres Kutai Timur (Kutim), Polres Bontang, dan Polres Berau.
Pembangunan ini akan melengkapi empat titik SPPG yang sudah lebih dulu eksis. Inisiatif SPPG ini merupakan bagian dari program prioritas nasional yang diresmikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
SPPG digagas sebagai jawaban konkret atas tantangan gizi buruk dan tengkes yang masih membayangi banyak daerah di Indonesia, termasuk Kaltim.
“Program ini selaras dengan arah kebijakan nasional untuk memastikan kualitas SDM unggul dan sehat sebagai fondasi kemajuan Indonesia masa depan,” harap Endar yang pernah menjabat Direktur Penyelidikan KPK. (*)
Editor : Duito Susanto