Keduanya lalu menjalin hubungan erat hingga tinggal bersama di sebuah kamar kos di Lakarsantri, Surabaya.
Namun, kisah cinta itu berakhir dengan cara yang tragis. Tiara ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan, sementara Alvi—lelaki yang mengaku sangat mencintainya—ditetapkan sebagai tersangka mutilasi. Polisi menyebut motif utama peristiwa berdarah itu adalah sakit hati.
Penangkapan Alvi berlangsung cepat. Polisi membekuknya di Surabaya hanya beberapa jam setelah potongan tubuh Tiara ditemukan di kawasan Pacet, Mojokerto. Kini, publik bertanya-tanya: bagaimana mungkin cinta yang dipupuk selama bertahun-tahun bisa berubah menjadi kebencian yang begitu mematikan?
R Sukindro, Ketua RW yang didampingi oleh Sukirno Ketua RT setempat, bahwa korban adalah anak Sudarmaji dan Evi dan jarang pulang ke rumah. Korban diketahui sudah lulus kuliah dan kerja di Surabaya.
“Kabarnya, di Surabaya dia kenal dengan adik kuliahnya. Pernah sekali diajak main ke rumah sini, dikenalkan sebagai pacarnya. Tapi akhir-akhir ini sudah lama tidak kelihatan,” ujar Sukindro saat ditemui di rumahnya, Minggu (7/9).
Sukindro menambahkan, sebelum ke Surabaya, ibu korban pernah bercerita bahwa Tiara bekerja bersama pacarnya di kota itu.
“Pacarnya entah sudah menikah siri atau bagaimana, saya tidak tahu. Ada yang bilang pacarnya orang Medan,” lanjutnya.
Diketahui, ayah korban berasal dari Lamongan, sementara ibunya dari Pacitan. Tiara sendiri lahir di Pacitan. Saat ini rumah keluarga korban tampak tertutup karena kedua orang tuanya sedang berada di Surabaya atau Mojokerto untuk mengurus jenazah.
“Soal pemakaman korban, menunggu keputusan kepala desa. Kami bersama pak RT, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas sudah membicarakan hal ini,” pungkas Sukindro.
Tiara lahir di Pacitan pada 12 Agustus 2000, dan setelah lulus kuliah, ia tinggal di kos wilayah Lakarsantri, Surabaya, bersama kekasihnya yang juga alumni UTM.
Tiara adalah anak pertama dari dua saudara. Adik korban, Rani masih duduk dibangku kelas II SMA Negeri di Lamongan.
Orang tua korban sehari-harinya berjualan sempol di depan Masjid Agung Lamongan.
Sayangnya, hubungan tersebut berujung tragis: pelaku pembunuhan dan mutilasi adalah Alvi Maulana, pacarnya sendiri.
Jasad Tiara ditemukan dalam 65 potongan tubuh di semak belukar tepi Jalan Raya Pacet–Cangar, Mojokerto, pada 6 September 2025. Identitasnya terungkap melalui pemindaian telapak tangan kanan yang ditemukan di lokasi oleh Tim K9 Polri.
Pelaku mutilasi tak lain adalah orang dekat korban, yaitu pria AM atau Alvi Maulana (24) asal Dusun/ Desa Aek Paing, Kecamatan Rantu Utara, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara.
Dia tinggal di kosnya di Surabaya dan bekerja sebagai pengemudi ojol.
Korban juga diketahui tinggal satu kos bersama pelaku. Mereka merupakan pasangan kekasih.
"Korban tidak bekerja, dia mendampingi pacarnya yang bekerja sebagai pengemudi ojol di Surabaya," kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Fauzy Pratama.
Pelaku ditangkap saat berada di kamar kos Jalan Raya Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, pada Minggu (7/9/2025) sekira pukul 01.00 WIB dini.
Dia mengatakan, penangkap pelaku bermula dari terungkapnya identitas korban yang telah diketahui, Sabtu (6/9) sekitar pukul 19.00 WIB.
"Pelaku seorang diri melakukan perbuatannya, kami menemukan alat yang digunakan pelaku melakukan pembunuhan dan juga alat-alat yang digunakan pelaku melakukan perbuatan mutilasi," ucap Kasat Reskrim Mojokerto.
Editor : Uways Alqadrie