Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Gerhana Bulan Total 7–8 September 2025: Jadwal Lengkap WIB, WITA, WIT dan Tata Cara Shalat Khusuf

Uways Alqadrie • Senin, 8 September 2025 | 11:29 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Fenomena alam langka kembali menghiasi langit Indonesia malam ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gerhana bulan total dapat disaksikan di hampir seluruh wilayah pada Minggu (7/9) malam hingga Senin (8/9) dini hari.

Gerhana diawali fase penumbra pada pukul 22.28 WIB. Sekitar pukul 23.27 WIB bulan mulai tampak kemerahan di sisi kiri atas. Puncak gerhana total diperkirakan terjadi pukul 00.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 01.52 WIB. Bulan akan kembali normal menjelang pukul 03.55 WIB.

Di wilayah Indonesia tengah, fase gerhana berlangsung pukul 23.26 Wita hingga 04.56 Wita, dengan puncak pada 02.11 Wita.

Dalam ajaran Islam, fenomena ini disebut khusuf al-qamar. Umat Islam dianjurkan melaksanakan shalat sunnah gerhana atau shalat khusuf. 

Hukumnya sunnah muakkadah, berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW: “Jika kalian melihat gerhana, maka dirikanlah shalat dan banyaklah berdoa hingga selesai.”

Fase Gerhana Bulan Total 7–8 Sept 2025:

(waktu bisa beda ± beberapa menit antar-kota)

WIB

22.28: Penumbra mulai

23.27: Sebagian mulai

00.30: Total mulai

01.11: Puncak

01.52: Total berakhir

02.56: Sebagian berakhir

03.55: Penumbra berakhir

WITA

23.56: Penumbra mulai

00.26: Sebagian mulai

01.30: Total mulai

02.11: Puncak

02.53: Total berakhir

03.56: Sebagian berakhir

04.56: Penumbra berakhir

WIT

00.56: Penumbra mulai

01.26: Sebagian mulai

02.30: Total mulai

03.11: Puncak

03.53: Total berakhir

04.56: Sebagian berakhir

05.56: Penumbra berakhir

Tata Cara Shalat Khusuf (lengkap)

Hukum: sunnah muakkadah, dikerjakan sejak gerhana tampak hingga selesai. Boleh berjamaah/munfarid. Tanpa azan & iqamah; cukup seruan “Ash-shalātu jāmi‘ah.” Bacaan jahr (lantang).

Niat (boleh di hati):

اُصَلِّي سُنَّةَ لِخُسُوفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallī sunnatal li-khusūfil-qamar rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

Rangkaian: dua rakaat, tiap rakaat dua rukuk. Rakaat 1

1. Takbiratul ihram, doa iftitah, Al-Fatihah + surat panjang (disunnahkan lebih panjang dari shalat biasa).

2. Rukuk pertama (dipanjangkan zikirnya).

3. I‘tidal.

Baca Juga: Tampang Alvi Maulana, Pemutilasi Tiara Angelina Asal Lamongan, 5 Tahun Pacaran Berakhir Tragis: Benarkah Ada Motif Sakit Hati?

4. Baca Al-Fatihah lagi + surat lebih pendek dari bacaan pertama.

5. Rukuk kedua.

6. I‘tidal.

7. Sujud 1 – duduk di antara dua sujud – sujud 2. Berdiri ke rakaat 2.

Rakaat 2 (format sama, bacaan lebih pendek dari rakaat 1)

1. Al-Fatihah + surat (panjang, namun lebih singkat dari rakaat 1) → Rukuk 1 → I‘tidal.

2. Al-Fatihah + surat (lebih singkat lagi) → Rukuk 2 → I‘tidal.

3. Sujud 1 – duduk – sujud 2 → tahiyat akhir → salam.

Setelah shalat:

Dua khutbah (seperti Jumat, lebih ringkas) berisi: takwa, istighfar, takbir, anjuran doa, taubat, dan sedekah.

Dianjurkan memperbanyak zikir, doa, sedekah; boleh memperpanjang bacaan/rujuk-sujud selama gerhana masih berlangsung. Jika gerhana selesai di tengah shalat, tuntaskan shalat lalu berdoa.

Editor : Uways Alqadrie
#Gerhana bulan 2025 #salat gerhana bulan #Gerhana bulan 7 September #bmkg