Gerhana diawali fase penumbra pada pukul 22.28 WIB. Sekitar pukul 23.27 WIB bulan mulai tampak kemerahan di sisi kiri atas. Puncak gerhana total diperkirakan terjadi pukul 00.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 01.52 WIB. Bulan akan kembali normal menjelang pukul 03.55 WIB.
Di wilayah Indonesia tengah, fase gerhana berlangsung pukul 23.26 Wita hingga 04.56 Wita, dengan puncak pada 02.11 Wita.
Dalam ajaran Islam, fenomena ini disebut khusuf al-qamar. Umat Islam dianjurkan melaksanakan shalat sunnah gerhana atau shalat khusuf.
Hukumnya sunnah muakkadah, berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW: “Jika kalian melihat gerhana, maka dirikanlah shalat dan banyaklah berdoa hingga selesai.”
Fase Gerhana Bulan Total 7–8 Sept 2025:
(waktu bisa beda ± beberapa menit antar-kota)
WIB
22.28: Penumbra mulai
23.27: Sebagian mulai
00.30: Total mulai
01.11: Puncak
01.52: Total berakhir
02.56: Sebagian berakhir
03.55: Penumbra berakhir
WITA
23.56: Penumbra mulai
00.26: Sebagian mulai
01.30: Total mulai
02.11: Puncak
02.53: Total berakhir
03.56: Sebagian berakhir
04.56: Penumbra berakhir
WIT
00.56: Penumbra mulai
01.26: Sebagian mulai
02.30: Total mulai
03.11: Puncak
03.53: Total berakhir
04.56: Sebagian berakhir
05.56: Penumbra berakhir
Tata Cara Shalat Khusuf (lengkap)
Hukum: sunnah muakkadah, dikerjakan sejak gerhana tampak hingga selesai. Boleh berjamaah/munfarid. Tanpa azan & iqamah; cukup seruan “Ash-shalātu jāmi‘ah.” Bacaan jahr (lantang).
Niat (boleh di hati):
اُصَلِّي سُنَّةَ لِخُسُوفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatal li-khusūfil-qamar rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
Rangkaian: dua rakaat, tiap rakaat dua rukuk. Rakaat 1
1. Takbiratul ihram, doa iftitah, Al-Fatihah + surat panjang (disunnahkan lebih panjang dari shalat biasa).
2. Rukuk pertama (dipanjangkan zikirnya).
3. I‘tidal.
4. Baca Al-Fatihah lagi + surat lebih pendek dari bacaan pertama.
5. Rukuk kedua.
6. I‘tidal.
7. Sujud 1 – duduk di antara dua sujud – sujud 2. Berdiri ke rakaat 2.
Rakaat 2 (format sama, bacaan lebih pendek dari rakaat 1)
1. Al-Fatihah + surat (panjang, namun lebih singkat dari rakaat 1) → Rukuk 1 → I‘tidal.
2. Al-Fatihah + surat (lebih singkat lagi) → Rukuk 2 → I‘tidal.
3. Sujud 1 – duduk – sujud 2 → tahiyat akhir → salam.
Setelah shalat:
Dua khutbah (seperti Jumat, lebih ringkas) berisi: takwa, istighfar, takbir, anjuran doa, taubat, dan sedekah.
Dianjurkan memperbanyak zikir, doa, sedekah; boleh memperpanjang bacaan/rujuk-sujud selama gerhana masih berlangsung. Jika gerhana selesai di tengah shalat, tuntaskan shalat lalu berdoa.
Editor : Uways Alqadrie