KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali bersiap-siap. Sedikitnya delapan perusahaan besar dikabarkan segera menggelar penawaran umum perdana saham (initial public Offering/IPO) tahun ini.
Dari tambang emas sampai bank digital, nama-nama besar ikut masuk antrean, bahkan ada milik pengusaha asal Kalimantan, Haji Isam.
Baca Juga: Gerhana Bulan Total 7–8 September 2025: Jadwal Lengkap WIB, WITA, WIT dan Tata Cara Shalat Khusuf
IPO anak usaha konglomerasi selalu jadi sorotan investor. Selain membuka akses modal segar, langkah ini sering dianggap bisa “membuka nilai tersembunyi” (membuka nilai tersembunyi) dari induk usaha.
Jarang sekali, harga saham grup ikut terangkat karena kepercayaan pasar yang semakin tinggi.
Berikut daftar perusahaan yang digadang-gadang segera melantai di bursa:
1. Emas Pani – Grup Merdeka Tembaga Emas (MDKA)
Anak usaha MDKA disebut akan mencatatkan saham perdana pada September 2025. Proyek emas Pani di Gorontalo digadang menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Asia Pasifik dengan cadangan lebih dari 7 juta.
Produksi komersial ditargetkan mulai awal tahun 2026, dengan potensi produksi puncak mencapai 500 ribu emas per tahun. IPO ini diperkirakan jadi yang terbesar tahun ini.
Baca Juga: Kronologi Kesadisan Alvi Maulana, Suami Siri yang Mutilasi Tiara Angelina Jadi 65 Drama di Surabaya
2. Griya Idola – Grup Prajogo Pangestu
Setelah sukses dengan IPO PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang meraup Rp2,37 triliun pada Juli lalu, giliran PT Griya Idola yang bersiap melantai.
Perusahaan properti ini menguasai lahan 1.200 hektar sekitare di Subang serta proyek perumahan di Tangerang. Griya Idola berada di bawah PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
3. Superbank – Grup Emtek
Bank digital yang baru berdiri beberapa tahun ini dikabarkan tengah menyiapkan IPO dengan valuasi US$200–300 juta. Superbank sudah mulai mencetak laba pada kuartal I-2025, berbalik dari rugi besar tahun sebelumnya.
4. Video
Layanan streaming yang satu ini tak asing lagi. Vidio berkomitmen untuk mempersembahkan pelanggan hingga delapan juta dalam dua tiga tahun ke depan. Dana IPO akan dipakai untuk memperkuat konten dan teknologi agar mampu bersaing dengan pemain global.
5. Summarecon Investment Property (SIP)
Anak usaha PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) ini bergerak di bidang properti investasi. Nilai transaksi pelepasan aset induk ke SIP tercatat mencapai Rp6,19 triliun. Target dana IPO sekitar US$200 juta.
6. Blu BCA – Anak Usaha Bank Central Asia (BBCA)
Meski manajemen menegaskan fokus utama saat ini adalah memperkuat bisnis, kabar IPO bank digital ini tetap terdengar santer. Blu sudah beroperasi lima tahun dan mencetak laba, sehingga pasar menilai prospek IPO tinggal menunggu waktu.
7. Anak Usaha Harum Energi (HRUM)
Perusahaan tambang milik HRUM juga disebut-sebut tengah menyiapkan diri masuk ke bursa. Namun, nama entitas yang pasti masih belum diumumkan.
8. Anak Usaha Grup Jhonlin – Haji Isam
Pengusaha asal Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Haji Isam, ikut meramaikan kabar IPO tahun ini. Anak usahanya di sektor energi diperkirakan akan dilepas ke publik, meski detailnya masih dirahasiakan.
Baca Juga: Sudah 10 Kali Nikah, Kakek 85 Tahun Masih Bugar dan Gesit Saat Adu Silat dengan Dedi Mulyadi
Masuknya delapan perusahaan besar ini diyakini akan menambah semarak pasar modal Indonesia di paruh kedua 2025. Investor pun diingatkan tetap berhati-hati menimbang risiko dan peluang sebelum memburu saham-saham baru tersebut.
Editor : Uways Alqadrie