Banyak tempat rekreasi atau sekadar menghabiskan waktu sore di AS bisa dinikmati secara gratis. Bahkan mendapat tambahan hiburan musik.
ROMDANI, Maryland
TAK lengkap rasanya berkunjung ke Amerika Serikat tanpa menyempatkan berburu oleh-oleh khas sebagai kenangan perjalanan.
Bagi rombongan Kaltim Post Group (KPG) yang dipimpin Direktur Erwin D Nugroho, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari menuntaskan rasa penasaran.
Setelah menikmati kesibukan kota New York, rombongan yang terdiri dari Wakil Direktur Supriyono, Pemimpin Redaksi Romdani, Direktur Radar Banjarmasin Suriansyah Achmad, Direktur Balikpapan Pos Ajid Kurniawan, dan Direktur Balikpapan TV Wiji Winarko, menjelajah Times Square — pusat segala keramaian dan neon yang tak pernah padam.
Di sanalah Hard Rock Cafe berdiri megah. Bukan hanya sebagai tempat menyantap hidangan, melainkan juga sebagai surga bagi para pemburu oleh-oleh.
Baju dan tas bermerek Hard Rock New York dengan logo ikoniknya menjadi incaran. Hard Rock Cafe ibarat jantung global bagi pecinta musik, dari Bali sampai New York, simbol ini selalu menyertai.
Sepanjang jalan Times Square, berjajar toko oleh-oleh yang menawarkan segala hal, mulai gantungan kunci, kaus, hingga pernak-pernik dengan ciri khas New York.
Bahkan di hotel tempat kami menginap, The New Yorker Hotel, suvenir khas tersusun rapi memudahkan para wisatawan membawa pulang ingatan kota.
Setelah beberapa hari di metropolitan itu, rombongan beranjak ke Washington DC dan menetap di Cheverly, Maryland.
Di sana, untuk mendapatkan oleh-oleh juga mudah. Namun kami mendatangi factory outlet. Yakni Tanger Outlets Factory yang terletak sekitar 18 kilometer dari Cheverly menjadi destinasi utama pada Sabtu (23/8).
Wiji tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya. “Diskon di sini benar-benar luar biasa,” katanya. Seperti kaus merek Tommy Hilfiger yang harganya jauh lebih murah dibandingkan di Indonesia. Di Indonesia, sehelai kaus merek itu bisa mencapai Rp 1,5 juta. Di Tanger hanya Rp 300 ribu.
Selain Tommy Hilfiger, merek besar lain seperti Nike, Coach, dan Michael Kors juga tersedia dengan potongan harga yang menggoda.
“Meski dari Amerika, beberapa produk dibuat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tapi ini kesempatan emas untuk berbelanja produk bermerek dengan harga terjangkau,” ungkap Wiji.
Ajid mengaku membeli sepatu running merek Nike yang dia beli sangat murah. Harganya jauh dari harga pasaran di Balikpapan. Dia pun langsung mengenakan sepatu itu setelah membeli.
HIBURAN GRATIS
Setelah belanja, perjalanan dilanjutkan ke National Harbor. Sebuah kawasan pinggir sungai yang memukau di tepi Sungai Potomac.
Tempat ini bukan hanya menawarkan pemandangan menakjubkan, tapi juga sebuah ruang hiburan yang hidup dengan berbagai acara musik dan budaya.
Musim panas menjadi momen terbaik untuk mengunjungi National Harbor. Di sisi tepi sungai yang teduh, warga lokal dan turis berkumpul bebas tanpa dipungut biaya masuk.
Namun, yang ingin merasakan sensasi naik ke Capital Wheel, bianglala raksasa dengan pemandangan luar biasa, harus merogoh kocek sekitar USD 18 dolar.
Malam Minggu saat rombongan KPG berkunjung, National Harbor hidup dengan dentuman musik gratis yang mengalun dari panggung outdoor.
Konser musik dari berbagai genre menjadi daya tarik utama, menambah semarak suasana musim panas yang memang dimanfaatkan untuk berkumpul dan bersantai di bawah langit terbuka.
National Harbor sendiri rutin menggelar berbagai event sepanjang tahun. Salah satu yang paling terkenal adalah Salute the Sunset Concert Series.
Sebuah konser militer yang mempersembahkan ansambel musisi dari angkatan bersenjata Amerika Serikat, seperti United States Navy Band dan Air Force Concert Band.
Acara itu menawarkan pengalaman unik dengan latar matahari terbenam yang memukau, mengalun bersama musik klasik dan patriotik yang menggetarkan jiwa.
Baca Juga: Warga Kubar Keluhkan Adanya Penambangan Batu di Lahan Plasma
Tak hanya itu, pada musim panas juga rutin diadakan Friday Summer Sounds, konser mingguan yang mempertemukan musisi lokal dan band ternama.
Konser itu bukan hanya pertunjukan musik, tapi juga ajang komunitas berkumpul sembari menikmati suasana Waterfront District yang menawan.
Bagi penggemar jazz, ada festival jazz tahunan yang menghidupkan suasana dengan penampilan musisi jazz terbaik dalam lima hari penuh seni dan kegembiraan.
Festival itu menghadirkan perpaduan seni dan budaya yang memukau, salah satu jewels of National Harbor.
Tidak kalah meriah, National Harbor juga dikenal dengan festival kuliner dan perayaan beragam musim seperti FestiFall, festival musim gugur yang dipenuhi keceriaan keluarga dan anak-anak.
Juga terdapat festival musim dingin yang mengubah kawasan itu menjadi negeri dongeng bercahaya saat Natal tiba.
The Theater at MGM National Harbor, pusat hiburan berkelas, menghadirkan panggung untuk konser musik, pertunjukan komedi, dan pertunjukan Broadway.
Tahun ini, para artis ternama seperti Fred Hammond dan Dwight Yoakam dijadwalkan mengisi jadwal yang dipenuhi pertunjukan menarik.
Itu membuat kawasan tersebut bukan hanya sekadar tempat wisata, tapi juga pusat budaya hidup dan berkelas.
“Acara di sini seperti konser musik bisa dinikmati secara gratis oleh warga yang datang. Pengunjung benar-benar menikmati suasananya,” ucap Erwin.
Sarah, seorang pengunjung mengungkap alasan mengapa National Harbor begitu dicintai. “Setiap minggu saya datang ke sini,” katanya.
“Tempat ini adalah pelarian sempurna dari kesibukan kota, di mana musik, alam, dan komunitas berpadu,” sambungnya.
Rombongan KPG melihat secara langsung bagaimana National Harbor berhasil menggabungkan hiburan, budaya, dan rekreasi.
“Di sini, pekerjaan dan hiburan berjalan beriringan. Ada keseimbangan yang jarang kita temui di tempat lain,” kata Ajid. (rd)
Editor : Romdani.