Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

IHSG Cetak Rekor Tertinggi, Pasar Modal Kian Bergairah

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 12 September 2025 | 11:57 WIB
FUNDAMENTAL: Pasar modal Indonesia masih solid, IHSG tembus level tertinggi sepanjang masa pada Agustus 2025.
FUNDAMENTAL: Pasar modal Indonesia masih solid, IHSG tembus level tertinggi sepanjang masa pada Agustus 2025.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Bursa saham Tanah Air kembali mencatatkan sejarah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level tertinggi sepanjang masa (All Time High) pada Agustus 2025. Kondisi itu terjadi di tengah dinamika global dan domestik yang sempat menekan pasar.

Kepala OJK Kaltim-Kaltara Parjiman menyebut, rekor tersebut membuktikan fundamental pasar modal Indonesia masih solid.

“Di pasar modal, IHSG mencetak rekor tertinggi di Agustus 2025 meskipun dinamika dalam negeri dalam sepekan terakhir berdampak terbatas pada volatilitas pasar saham,” ungkapnya.

Berdasarkan data, IHSG menutup perdagangan Agustus 2025 di level 7.830,49 atau menguat 4,63 persen mtd dan 10,60 persen ytd. Bahkan, pada 28 Agustus 2025, IHSG sempat menyentuh 8.022,76, disertai nilai kapitalisasi pasar yang mencetak All Time High Rp 14.377 triliun.

“Kinerja pasar modal di Agustus 2025 secara umum mencatatkan kinerja positif ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang solid dan ekspektasi penguatan pasar keuangan global,” lanjutnya.

Dari sisi likuiditas, kondisi pasar juga menunjukkan tren menguat. Nilai transaksi harian sepanjang 2025 tercatat Rp 14,32 triliun, lebih tinggi dibanding Juli 2025 sebesar Rp 13,42 triliun maupun rata-rata 2024 yang hanya Rp 12,85 triliun. Artinya, terjadi kenaikan 11,42 persen secara tahunan.

Investor asing pun mulai kembali percaya pada pasar saham domestik. Setelah dua bulan berturut-turut mencatatkan net sell, Agustus 2025 justru terjadi inflow sebesar Rp 10,96 triliun. Meski secara ytd masih tercatat net sell Rp 50,95 triliun, tren menunjukkan perbaikan signifikan.

“Hal ini menunjukkan kepercayaan global pada prospek ekonomi Indonesia yang tetap solid,” kata pria yang biasa dipanggil Jimmy itu.

Sementara di pasar obligasi, kinerja juga cemerlang. Indeks pasar obligasi ICBI menguat 1,62 persen mtd atau 8,40 persen ytd ke level 425,63. Investor non-resident bahkan membukukan net buy Rp1 8,14 triliun per Agustus 2025. Sebaliknya, di pasar obligasi korporasi masih terjadi net sell tipis Rp 0,07 triliun.

Industri pengelolaan investasi pun tak kalah bergairah. Aset Kelolaan (AUM) per 29 Agustus 2025 mencapai Rp 885,95 triliun, naik 5,80 persen ytd. Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana tercatat Rp 550,43 triliun atau tumbuh 10,25 persen ytd (year to date), dengan tambahan net subscription Rp 24,54 triliun.

Dari sisi jumlah investor, pasar modal Indonesia kini makin inklusif. Hingga akhir Agustus 2025, jumlah investor tercatat 18,02 juta atau naik 21,18 persen dibanding akhir tahun lalu.

Jimmy menambahkan, penghimpunan dana di pasar modal masih terjaga. “Tercatat nilai Penawaran Umum mencapai Rp167,92 triliun dengan Rp 8,49 triliun di antaranya merupakan fundraising dari 16 emiten baru,” ujarnya. Bahkan, hingga kini masih ada 21 pipeline penawaran umum dengan nilai indikatif Rp 19,07 triliun. (*)

Editor : Duito Susanto
#ihsg #bursa saham #pasar modal #level tertinggi