Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Program Makan Bergizi Gratis Bisa Jadi Berkah atau Musibah, Ini Penjelasan Bupati PPU

Ahmad Maki • Jumat, 12 September 2025 | 14:51 WIB

Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor.
Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor.

PENAJAM– Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan segera diluncurkan pemerintah dapat memberi dampak ganda bagi masyarakat. Menurutnya, pelaksanaan MBG secara menyeluruh berpotensi menimbulkan inflasi sekaligus membuka peluang baru bagi ekonomi warga.

“Kalau MBG ini jalan secara keseluruhan, maka kebutuhan barang di pasar seperti ayam, telur, sayur, ikan, beras, dan lainnya otomatis akan banyak dibeli oleh penyedia MBG. Itu bisa membuat pasar kosong. Kalau pasar kosong, pasti harga barang naik karena kelangkaan. Itu yang saya sebut bisa menjadi musibah,” jelas Mudyat Noor, Jumat (12/9/2025).

Namun, ia menambahkan, kondisi itu juga bisa menjadi berkah jika masyarakat mampu menangkap peluang. Program MBG dinilai dapat mendorong warga desa maupun sekolah untuk mengembangkan usaha produktif seperti beternak ayam, memelihara ikan, atau menanam sayuran. Hasilnya bisa dipasok untuk mendukung kebutuhan program MBG.

Baca Juga: Bupati PPU Wajibkan Pendidikan Karakter Sebelum Pelajaran Utama di Sekolah

“Kalau masyarakat siap, ini jadi pondasi ekonomi baru. Masyarakat punya pendapatan tambahan, bahkan membuka lapangan kerja baru. Makanya saya bilang, tergantung cara memandangnya, apakah sebagai musibah atau berkah,” tegasnya.

Bupati menyebut, Pemkab PPU menargetkan MBG akan dilaunching di seluruh sekolah, desa, dan kelurahan dalam dua bulan ke depan. Ia berharap, program ini bisa menjadikan PPU sebagai role model nasional dalam penerapan MBG.

Selain aspek ekonomi, Mudyat juga menekankan nilai edukasi yang terkandung di dalamnya. Ia mendorong sekolah untuk memanfaatkan lahan sebagai ruang kreativitas siswa, seperti menanam cabai atau memelihara ikan. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar aktivitas tambahan, tetapi juga pembelajaran keterampilan hidup yang tak kalah penting dari mata pelajaran formal.

Baca Juga: Respons Cepat Bupati PPU Mudyat Noor, Minta Percepat Sertifikasi Lahan Warga yang Terdampak Proyek IKN dan Progres Dilaporkan Tiap Dua Pekan

“Anak-anak perlu diarahkan pada kegiatan positif, bukan sekadar pulang sekolah pegang gadget atau terjebak dalam kondisi rumah yang tidak kondusif. Pengalaman di sekolah itu jauh lebih berharga dan bisa membentuk mental anak-anak lebih seimbang,” ungkapnya.

Dengan demikian, Bupati berharap MBG bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat sekaligus sarana pendidikan karakter dan keterampilan generasi muda di PPU. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#Program makan bergizi gratis (MBG) #Mudyat Noor #Penajam Paser Utara (PPU)