KALTIMPOST.ID, Setelah Perdana Menteri Nepal, K.P. Sharma Oli, secara tiba-tiba mengundurkan diri pada Selasa lalu yang mengakibatkan runtuhnya pemerintahan Nepal. Kekacauan ini disebabkan oleh pemblokiran 26 platform sosial media termasuk Facebook dan Youtube.
Sebagai respons terhadap kekacauan politik dan tindakan keras terhadap media sosial, para aktivis muda kini beralih ke aplikasi Discord sebagai ruang berkumpul dan berdiskusi.
https://x.com/adxtya_jha/status/1965785064350044181
Discord merupakan sebuah platform komunikasi digital yang awalnya populer di kalangan komunitas gamers. Dalam aplikasi ini pengguna bisa membuat “server” atau ruang komunitas lewat teks, suara, maupun video.
Setiap server dapat memiliki berbagai “channel” dengan topik berbeda seperti halnya ruang-ruang diskusi khusus dan memiliki moderator sebagai pengatur jalannya diskusi di Discord.
Server Discord ini dibuat oleh Hami Nepal, sebuah organisasi masyarakat sipil yang aktif selama gelombang protes anti-korupsi pekan ini. Dalam waktu hanya empat hari, server tersebut berkembang pesat hingga memiliki lebih dari 145.000 anggota, mayoritas adalah pemuda Nepal.
Inisiatif ini tidak dimaksudkan untuk mewakili seluruh negara, melainkan hanya untuk mengusulkan seorang pemimpin sementara yang dapat mengawasi proses pemilihan umum.
Sushila Karki akhirnya menjadi kandidat resmi yang diangkat sebagai Perdana Menteri (PM) Nepal yang baru pada hari Jumat, 12 September.
Penunjukan Karki ini mendapat sorotan unik karena proses diskusi dan koordinasi dilakukan oleh ribuan aktivis melalui platform daring Discord. Ini menunjukkan bahwa generasi muda menggunakan teknologi dengan kreatif untuk menyuarakan aspirasi mereka dan mengubah cara tradisional berpolitik yang pada umumnya dilakukan di parlemen.
Fenomena ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dan semangat Gen Z menciptakan inovasi dalam proses politik, menjadikan demokrasi lebih mudah diakses oleh banyak orang, tanpa batas jarak dan waktu.
Editor : Hernawati