KALTIMPOST.ID, Majelis Umum PBB baru saja melahirkan momentum besar.
Sebanyak 142 negara mendukung Deklarasi New York, sebuah dokumen yang menegaskan solusi dua negara sebagai jalan damai. Hanya 10 negara yang menolak dan 12 abstain.
Deklarasi ini bukan sekadar dokumen politik, melainkan simbol kerinduan dunia untuk mengakhiri konflik 80 tahun Israel–Palestina.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan: “Tidak akan ada negara Palestina.”
Bahkan, sebelum pemungutan suara, ia menandatangani perluasan permukiman Yahudi di Tepi Barat—wilayah yang diincar Palestina sebagai bagian negaranya.
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menyebut resolusi ini “pertunjukan sandiwara” yang justru memberi keuntungan bagi Hamas.
AS, sekutu utama Israel, ikut menolak. Mereka menyebut deklarasi ini “aksi publisitas yang salah arah” dan menilai langkah tersebut bisa merusak diplomasi serius.
Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, menilai dukungan 142 negara sebagai bukti nyata suara dunia.
“Ini adalah kerinduan hampir seluruh komunitas internasional untuk membuka jalan menuju perdamaian,” ujarnya.
Palestina berharap lebih banyak negara akan mengakui kedaulatan mereka, menambah daftar lebih dari 145 negara yang sudah melakukannya.
Isi Deklarasi New York
Dokumen Deklarasi New York berisi poin-poin penting yang menyasar akar konflik Israel–Palestina, di antaranya:
1. Pembentukan Negara Palestina
- Mendesak Israel untuk menghentikan kebijakan yang menghalangi berdirinya negara Palestina.
- Palestina diposisikan sebagai komponen penting dan tak tergantikan dalam solusi dua negara.
2. Peran Otoritas Palestina
- Menyebut Otoritas Palestina sebagai pihak yang sah untuk mengendalikan seluruh wilayah Palestina.
- Hamas diminta mengakhiri pemerintahannya di Gaza dan menyerahkan senjatanya kepada Otoritas Palestina.
Baca Juga: Prompt AI Gundam RX-78-2, Tren Foto Viral yang Bikin Kamu Serasa Pilot Mecha Legendaris
3. Misi Internasional PBB
- Mendukung penempatan “misi stabilisasi internasional sementara” di bawah naungan PBB.
- Tujuannya untuk melindungi warga sipil Palestina, mendukung transisi keamanan, dan menjamin stabilitas di kawasan.
4. Dukungan Internasional
- Mengajak seluruh negara anggota PBB untuk mengakui negara Palestina.
- Menegaskan perlunya jaminan keamanan bagi Palestina dan Israel demi perdamaian jangka panjang.
5. Kecaman Kekerasan
- Mengecam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 warga sipil Israel.
- Mengecam juga serangan Israel yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur di Gaza.
Baca Juga: Prompt AI Pemain Bola: Cara Bikin Foto Jadi Pemain MU di Old Trafford dengan Google Gemini
Deklarasi New York memang tidak mengikat secara hukum, namun punya bobot moral yang kuat.
Dukungan mayoritas dunia memberi sinyal bahwa Israel makin terisolasi dalam isu Palestina. ***
Editor : Dwi Puspitarini