Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Satu Anak di Bontang Meninggal Dunia, Diduga Karena Menderita DBD

Adhiel kundhara • Minggu, 14 September 2025 | 16:01 WIB
WASPADA: Salah satu pelajar di Kecamatan Bontang Barat meninggal dunia diduga akibat gigitan nyamuk aedes aegypti. Upaya fogging untuk menekan keberadaan nyamuk.
WASPADA: Salah satu pelajar di Kecamatan Bontang Barat meninggal dunia diduga akibat gigitan nyamuk aedes aegypti. Upaya fogging untuk menekan keberadaan nyamuk.

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Salah satu pelajar di Bontang meninggal dunia pada Jumat (12/9/2025). Konon diduga diakibatkan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Almarhum yang merupakan pelajar asal Bontang Barat ini bersekolah di SMK Nusantara Mandiri.

Salah satu tenaga pendidik di sekolah tersebut mengatakan, pelajar itu sudah tidak masuk sekolah pada 8 September lalu. Gejala yang dirasakan ialah demam.

“Bahkan sempat minum obat penurun panas tetapi selang beberapa waktu justru menggigil. Awalnya tifus setelah menggigil itu baru diketahui DBD,” kata guru tersebut.

Akhirnya orangtua membawanya ke salah satu rumah sakit swasta di Bontang. Hasil diagnosa tenaga kesehatan bahwasanya pelajar ini tidak memiliki masalah di trombosit tetapi mengarah ke tifus. “Tetapi tiba-tiba keluar pendarahan dari mulut dan hidung,” ucapnya.

Rumah sakit akhirnya merujuk ke RSUD Taman Husada. Bahkan masuk di ruangan PICU untuk mendapatkan penanganan intensif. Akan tetapi, nyawa pelajar tersebut tidak tertolong.

Siswa ini baru dua bulan masuk sekolah. Ia tercatat sebagai pelajar kelas X jurusan Desain Permodelan dan Informasi Bangunan.

Sementara Dirut RSUD Taman Husada dr Suhardi saat dihubungi Kaltim Post belum bisa memberikan keterangan rinci. Pihaknya masih menggali informasi terkait kronologis medis yang diterima pasien tersebut. “Nanti kami akan kabari lagi,” tutur dr Suhardi.

Berdasarkan data di sistem pemetaan DBD Bontang juga tercatat jumlah kasus kematian menjadi satu. Semula angka ini masih kosong pada akhir bulan lalu. Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bachtiar Mabe mengatakan belum mendapatkan informasi terkait adanya kasus kematian karena DBD di Bontang.

Saat Kaltim Post menanyakan dengan adanya pecahnya angka kasus kematian DBD ini apakah masuk kejadian luar biasa (KLB), ia belum bisa memberikan gambaran pasti. “Dilihat dulu seperti apa,” terangnya.

Berdasarkan data terdapat sembilan kasus DBD sejak 1 hingga 14 September. Kasus terbanyak di Tanjung Laut Indah bejrumlah empat. Disusul Berebas Tengah 3, Loktuan 1, dan Tanjung Laut 1. Sementara ada satu kasus dengue shock syndrome (DSS) terjadi di Kelurahan Loktuan.

DSS merupakan komplikasi serius dan mengancam jiwa dari infeksi virus dengue yang parah. Ditandai dengan penurunan drastis tekanan darah yang menyebabkan aliran darah buruk ke organ dan jaringan tubuh. Sejak awal tahun jumlah kasus DBD di Bontang sampai saat ini tercatat 152. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#bontang #pelajar #meninggal #demam berdarah #dbd