KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pertumbuhan investasi di Kaltim pada triwulan II 2025 tercatat melambat dibandingkan periode sebelumnya. Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) hanya tumbuh 1,72 persen (year-on-year/yoy), lebih rendah dari triwulan I 2025 yang mencapai 2,29 persen.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto menjelaskan bahwa komponen PMTB Kaltim di triwulan II 2025 termoderasi akibat realisasi investasi pemerintah di IKN yang tertahan seiring terbatasnya anggaran IKN di tahun 2025, serta terkontraksinya investasi swasta asing.
Menurutnya, realisasi anggaran pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada periode itu turun 52 persen (yoy) dibanding tahun lalu. Penurunan tersebut terjadi karena tingginya baseline pada 2024 ketika percepatan pembangunan dilakukan untuk mengejar kesiapan rangkaian HUT RI ke-79 di IKN.
Baca Juga: Proyek Jalan Lingkar Sepaku Tahap 2 Percepat Mobilitas di IKN
Dari sisi swasta, Penanaman Modal Asing (PMA) juga ikut menurun. “Tercatat investasi swasta asing (PMA) terkontraksi 10,9 persen (yoy), setelah tumbuh positif di triwulan sebelumnya sebesar 40,7 persen,” ungkap Budi. Penurunan paling dalam terjadi di sektor pertambangan, dengan kontraksi mencapai 40,6 persen.
Meski begitu, ada kabar baik dari investasi domestik. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tumbuh signifikan sebesar 58,9 persen (yoy), jauh lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya yang hanya 5,71 persen. Lonjakan PMDN terutama ditopang oleh investasi di lapangan usaha tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan.
“Peningkatan investasi swasta domestik tersebut diperkirakan menahan perlambatan yang lebih dalam pada komponen investasi,” jelasnya, Rabu (17/9). Secara keseluruhan, pihaknya menilai moderasi investasi masih wajar, seiring penyesuaian realisasi anggaran IKN dan dinamika investasi global. (*)
Editor : Muhammad Rizki