KALTIMPOST.ID, Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi berlangsung pada 20–26 September 2025 di Markas Besar PBB, New York.
Dalam forum internasional tahunan ini, Indonesia mengambil peran penting dengan mengirimkan delegasi tingkat tinggi, termasuk kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto.
Partisipasi ini menjadi yang pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade seorang presiden Indonesia menyampaikan pidato langsung di forum utama PBB.
Presiden Prabowo dijadwalkan berpidato pada sesi General Debate pada 23 September 2025.
Kehadiran ini dinilai sebagai langkah penting dalam menguatkan diplomasi Indonesia di tingkat global juga mempertegas posisi Indonesia sebagai negara berkembang yang aktif dan berpengaruh dalam isu-isu internasional.
Baca Juga: Intip Skema Penggunaan Transportasi Massal di Samarinda, Ternyata Bakal Ada Perubahan Jalur
Tema Sidang Umum PBB ke-80 tahun ini adalah "Better together: 80 years and more for peace, development and human rights" yang mencerminkan komitmen bersama terhadap perdamaian, pembangunan berkelanjutan, dan penghormatan hak asasi manusia.
Sejalan dengan itu, Indonesia menekankan sejumlah isu prioritas, salah satunya adalah dukungan penuh terhadap Palestina, isu yang terus menjadi perhatian utama dalam kebijakan luar negeri Indonesia.
Menteri Luar Negeri dan perwakilan tetap Indonesia di PBB juga akan mengikuti sejumlah pertemuan tingkat tinggi di sela-sela sidang, termasuk diskusi seputar perubahan iklim, krisis kemanusiaan global, dan kerja sama pembangunan antarnegara berkembang.
Pemerintah menyatakan bahwa partisipasi aktif di Sidang PBB ini menandai "kembalinya Indonesia" sebagai aktor penting dalam tatanan dunia yang dinamis.
Baca Juga: Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman Waswas Isu Pemangkasan DBH, Harap Tidak Terjadi
keterlibatan Indonesia dalam sidang ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kerja sama multilateral dan meningkatkan peran sebagai jembatan diplomasi antara negara maju dan berkembang.
Dengan membawa semangat kolaborasi dan perdamaian, kehadiran Presiden Prabowo dan delegasi Indonesia di New York diharapkan mampu membuka jalan bagi terciptanya kebijakan global yang lebih inklusif, adil, dan berorientasi pada solusi bersama untuk tantangan dunia saat ini. ***
Editor : Dwi Puspitarini