Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Cakupan Pelayanan PTMB 77 Persen, Setiap Warga Konsumsi Air 150-170 Liter per Hari

Dina Angelina • Senin, 22 September 2025 | 17:26 WIB
Dirut PTMB Yudhi Saharuddin saat memaparkan rencana kerja beberapa tahun mendatang.
Dirut PTMB Yudhi Saharuddin saat memaparkan rencana kerja beberapa tahun mendatang.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mengusulkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum terkait parameter pengukuran cakupan pelayanan. Sebaiknya menggunakan perhitungan satu sambungan rumah (SR) dibagi lima jiwa.

Jika memakai parameter satu SR dibagi tiga jiwa sesuai Kementerian PU, konsumsi air setiap warga sebesar 288 liter per hari. “Ini terlalu besar karena melebihi standar nasional,” kata Dirut PTMB Yudhi Saharuddin, Senin (22/9).

Lebih lanjut, apabila parameter perhitungan satu SR dibagi lima jiwa, maka konsumsi warga Balikpapan 150-170 liter per detik per hari. Menurutnya angka ini lebih masuk akal.

“Sesuai standar nasional untuk konsumsi wilayah perkotaan,” ucapnya. Dia menjelaskan, standar nasional konsumsi air di pedesaan sebesar 60 liter per detik per hari per jiwa.

Kalau wilayah perkotaan 80 liter per detik dan wilayah metropolitan 150-170 liter per detik. “Jika menggunakan parameter satu SR dibagi lima jiwa, konsumsi air sebesar 170 liter per detik per hari per jiwa,” tuturnya.

Sedangkan perhitungan satu SR dibagi tiga, konsumsi warga Balikpapan bisa sebesar 288 liter per detik. Ini seperti tidak realistis.

Selain itu, PTMB juga mengolah instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang memiliki parameter satu SR dibagi lima. Sehingga seharusnya ada persamaan parameter dalam pendataan.

Selama ini, PTMB harus menyampaikan data dengan dua parameter yang membuat cukup rumit. Ada perbedaan hasil cakupan pelayanan. “Kalau satu SR dibagi lima jiwa, cakupan pelayanan sudah mencapai 77 persen,” jelasnya.

Artinya tersisa 23 persen untuk bisa mencapai cakupan pelayanan 100 persen. “Meski angka rata-rata nasional, cakupan pelayanan PDAM masih 19 persen,” imbuhnya.

Yudhi mengakui, masalah penyediaan air bersih menjadi isu vital. Mengingat pertumbuhan penduduk yang pesat dan meningkatnya kebutuhan pembangunan.

Kini Pemkot Balikpapan bersama PTMB telah menyusun dan mulai merealisasikan rencana strategis jangka menengah 2025-2029. Dia menuturkan, ada beragam proyek prioritas telah berjalan tahun ini.

Mulai penambahan kapasitas produksi, pembangunan sumber air baku baru, hingga optimalisasi aset eksisting. Semua untuk memastikan layanan air bersih bagi masyarakat.

“Hari ini kapasitas produksi air bersih kita kisaran 1.460 liter per detik,” ujarnya. Tentu angka ini belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.

Targetnya dalam lima tahun ke depan dengan rangkaian proyek strategis yang sedang dan akan berjalan. Pihaknya mampu memperluas cakupan layanan hingga puluhan ribu SR baru.

“Target kami adalah tidak hanya menambah kapasitas, tetapi juga memastikan distribusi yang lebih merata antar wilayah,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#cakupan pelayanan air bersih #Yudhi Saharuddin PTMB #PTMB Balikpapan