KALTIMPOST.ID, LOMBOK BARAT – Setelah membunuh suaminya sendiri, Brigadir Esco Faska Rely, Briptu Rizka Sintiyani sempat menghubungi ayah mertuanya, Samsul Herawadi. Dalam percakapan itu, Rizka mengaku bingung dan meminta pertolongan.
“Ia bilang, ‘gimana ini pak?’, seolah-olah takut dituduh. Padahal dia pelakunya,” kata Samsul, ayah Esco, Selasa (23/9).
Samsul mengaku awalnya tak menaruh curiga pada menantunya. Ia hanya meminta Rizka jujur. Namun, gelagat janggal mulai terlihat. “Sempat dia chat setelah pemakaman, ‘pak mohon maaf belum bisa jenguk makam, mungkin besok pagi’. Ditunggu sampai siang tidak ada,” ujarnya.
Menurut Samsul, janji itu terus diulur. “Dichat lagi, katanya sore. Besok, besok lagi, tapi nggak ada sampai sekarang,” ucapnya.
Dalam percakapan itu, Rizka mengaku bingung karena merasa jadi sasaran tuduhan.
“Pernah dia bilang saya ‘gak bisa ke sana bawa cucu, jengukin makam, karena saya diperiksa, saya bingung muaranya orang-orang, penyidik tuduhannya ke saya. Bagaimana ini pak?’,” kata Samsul menirukan ucapan Rizka, Selasa (23/9/2025).
Samsul mengaku belum menaruh rasa curiga. Ia hanya meminta agar menantunya itu bicara jujur.
“Saya bilang, kenapa pusing? Jawab jujur, iya iya tidak tidak,” ujarnya.
Ia bahkan menegaskan agar Rizka berterus terang jika memang dirinya pelaku.
“Kalau iya pelakunya jujur saja, atau ke sani (bilang). Dia memohon ke saya, saya suruh bilang jujur,” katanya lagi.
Setelah itu, ibu Rizka juga sempat menghubungi Samsul. Besannya itu meminta Samsul datang menjenguk cucunya.
“Ibunya nelepon katanya saya disuruh ke sana. Dia bilang semua menuduh Rizka. Kenapa menunjuk ke saya muara penyelesaian,” kata Samsul.
Namun, Samsul tidak datang ke rumah Rizka karena masih banyak keluarga yang bertakziah.
Briptu Rizka sendiri juga tidak pernah hadir dalam acara tahlilan almarhum Esco.
Kini, ia sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Direktorat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda NTB sejak Sabtu (21/9/2025).
“Hasil gelar perkara penyidik menetapkan istrinya menjadi tersangka,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Mohammad Kholid.
Dari hasil otopsi, Brigadir Esco Faska Rely dipastikan tewas akibat hantaman benda tumpul.
Editor : Uways Alqadrie