Skema ini terbagi ke dalam dua kategori: Rp7,76 miliar untuk 657 penerima di dalam negeri, serta Rp9,97 miliar untuk 89 penerima di mancanegara.
Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim, Dasmiah, mengatakan seleksi sedang berlangsung, terutama bagi pelajar yang diterima di universitas unggulan.
“Kerja sama sudah dijalin dengan sejumlah kampus besar seperti UI, ITB, UGM, Unhas, hingga Undip. Daftarnya akan terus diperluas,” ujarnya.
Beasiswa Gratispol tak sekadar bantuan biaya pendidikan. Penerimanya wajib menandatangani surat pernyataan kembali dan mengabdi di Kalimantan Timur setelah lulus.
Pemerintah menekankan bidang studi strategis—mulai dari kedokteran, dirgantara, pendidikan khusus, hingga tata kota—sebagai prioritas.
Untuk kategori luar negeri, syaratnya lebih ketat. Hanya pelajar dengan capaian internasional, seperti juara lomba sains, olahraga, teknologi, hingga tilawah Alquran, yang berhak memperoleh tiket beasiswa penuh.
“Ini bentuk penghargaan bagi putra-putri daerah yang bisa bersaing di level global,” kata Dasmiah.
Ia menambahkan, tujuan utama program ini ialah menyiapkan sumber daya manusia Kaltim yang mampu bersaing sekaligus pulang membangun kampung halaman.
“Beasiswa ini bukan hadiah semata, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan Kaltim,” tuturnya.
Editor : Uways Alqadrie