KALTIMPOST.ID, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Bontang kembali mendapat sorotan. Kepala sekolah menyampaikan sejumlah keluhan terkait porsi, kualitas, dan variasi menu yang disajikan kepada siswa.
Kepala SD 002 Bontang Barat Suwartini mengatakan porsi makan untuk siswa kelas 1 masih terlalu banyak. Pihak sekolah pun memberikan solusi untuk anak membawa tempat nasi dari rumah karena porsi MBG dinilai berlebihan.
“Namun, tingkat ketidakhadiran siswa menurun, terutama hari Senin karena mereka mendapat susu. Kecuali kalau sakit, siswa hampir semua hadir,” kata Suwartini.
Baca Juga: Cak Imin Tegaskan MBG Tak Akan Dihentikan Meski Kasus Keracunan Marak
Menurutnya, sebagian siswa kurang menyukai telur rebus. Namun kehadiran guru saat pengambilan makanan berdampak positif pada pola makan anak. Di SMP 9 Bontang, Kepala Sekolah Lylin Indryawati meminta adanya diskusi lebih lanjut untuk pembuatan jadwal menu makan agar lebih variatif dan sesuai kebutuhan gizi siswa.
Ia menyebutkan sayur sawi putih sebagai contoh menu yang perlu dievaluasi karena kurang diminati siswa. Masalah lebih serius datang dari SD 012 Bontang Selatan. Kepala sekolah Eka Wahyuni menyoroti kualitas makanan yang disediakan. Bahkan ada ompreng yang isinya tidak komplit. Termasuk ada buah dengan kulit yang tidak layak konsumsi.
Baca Juga: Keracunan Makanan pada Program MBG Terus Terjadi, Lebih 5.360 Pelajar Dilaporkan Sakit
“Laporan pertama kali diterima pada 10 September, saat oalahan kecambah tetapi itu basi. Dikirim tanpa adanya pengecekan dari tester. Makanan langsung dibagikan dan beberapa siswa sempat muntah setelah mengonsumsinya,” jelas Eka.
Ia menambahkan bahwa kejadian serupa terjadi kembali pada 15 September, sehingga pihak sekolah meminta agar pengiriman makanan dihentikan sementara waktu. Kondisi ini memicu perdebatan sengit di grup paguyuban orang tua.
“Ada juga temuan ulat di makanan. Kami melakukan edukasi agar makanan yang disediakan bukan makanan cepat saji, karena masih ada sosis dan mie dalam menu harian. Untuk sayuran, kol dan wortel diiris tipis dan diberi mayones itu juga tidak disuka,” pungkas Eka Wahyuni. (*)
Editor : Muhammad Rizki