KALTIMPOST.ID-Di bawah terik matahari jelang pukul 12.00 Wita, Rabu (24/9), tim Kaltim Post bertemu Luqman Abdul M dan rekannya, Jaya.
Dua staf di Bagian Humas Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Itu adalah kunjungan teranyar Kaltim Post setelah momen peringatan 17 Agustus lalu. Kembali untuk melihat progres pembangunan dan aktivitas terkini di IKN.
Beberapa lokasi sebenarnya ingin dikunjungi. Pertama adalah Istana Wakil Presiden (Wapres). Sayang, kendala perizinan tidak memungkinkan untuk meliput secara dekat.
Awak media hanya bisa mendokumentasikan bangunan fisik Istana Wapres dari luar kawasan. Yang salah satu titiknya berseberangan dengan Kantor Otorita IKN.
Selanjutnya, sambil menunggu “lampu hijau” masuk ke areal proyek selanjutnya, tim menyempatkan makan siang di Kantor Otorita IKN.
Di gedung berbentuk “kuncup bunga” dengan lima lantai utama dan satu lantai parkir basement tersebut, tampak hiruk pikuk pegawai Otorita.
Diketahui, hingga Juli 2025 lalu, tercatat sekitar 1.200 aparatur sipil negara (ASN) yang telah mulai berkantor dan beraktivitas di IKN. Termasuk pegawai Otorita IKN sendiri dan perwakilan dari beberapa kementerian.
Saat itu, disinggung soal pemindahan ASN dari pusat ke IKN, yang menjadi salah satu isu penting, Luqman belum bisa memberikan keterangan lebih jauh.
Informasi terkini baru muncul dua hari kemudian, Jumat (26/9). Melalui siaran resmi Otorita IKN di grup WhatsApp media.
Mengutip rilis, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025, secara bertahap ditargetkan sebanyak 1.700 hingga 4.100 ASN akan mulai bertugas di Nusantara, dan hingga 2029 jumlahnya diproyeksikan mencapai 9.500 ASN yang ditempatkan di IKN.
“Sampai dengan September 2025, untuk mendukung proses pemindahan, telah tersedia 44 tower hunian siap huni. Sementara tiga tower dalam tahap penyelesaian dan empat tower baru lainnya masih dalam pembangunan,” ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya.
Kembali ke Kantor Otorita IKN, setelah mendapatkan persetujuan, Luqman membawa tim Kaltim Post ke Proyek Peningkatan Jalan Paket A di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1B.
Dengan total panjang 1,2 kilometer dari awalnya 900 meter dan lebar total 44 meter. Termasuk pedestrian, proyek itu bagian dari tujuh paket pekerjaan pembangunan jalan fisik di KIPP 1B-1C. Totalnya 12,2 km. Dengan nilai kontrak Rp 3,04 triliun.
Kontrak proyek itu ditandatangani pada 11 Juni 2025 lalu. Sebagai bagian dari pelaksanaan fisik yang pertama dikerjakan secara mandiri oleh Otorita IKN dengan skema tender terbuka dan seleksi.
Adapun di lokasi yang tim Kaltim Post datangi (Paket A) saat ini dikerjakan dengan skema KSO (kerja sama operasi) integrated.
Antara PT Adhi Karya (60 persen) – PT Jaya Konstruksi (30 persen) – PT Cahaya (10 persen). Senilai Rp 513,211 miliar.
“Pekerjaan mayor saat ini adalah pembangunan dua jembatan. Posisi progresnya ada di 33 persen. Dan ditarget rampung pada 31 Desember 2025,” ungkap staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Otorita IKN Wirawan Hutagalung.
Dari proyek jalan, keinginan tim untuk ke proyek pembangunan masjid IKN urung dilakukan. Lantaran tidak adanya pejabat yang bisa memberikan kepastian izin memasuki lokasi proyek.
Tim pun dibawa menuju Training Center PSSI. Lokasi yang disebut Luqman sudah sering dimanfaatkan untuk pertandingan persahabatan antar klub dan instansi.
“Ada lapangan yang memang sudah bisa dipakai. Gratis. Silakan bersurat ke kantor,” ujar Luqman.
Dia menambahkan, Otorita IKN terbuka menerima penyelenggaraan kegiatan yang mengumpulkan massa di IKN. Seperti baru-baru ini yakni Fun Run 5K 'Aksi Sehat Bersama PMI.
Dari Training Center PSSI, kunjungan tim diakhiri di Plaza Seremoni. Menikmati sore di kawasan depan Istana Garuda.
Dikelilingi kompleks Gedung Kemenko yang sempat dibasahi oleh hujan ringan. Juga mengunjungi salah satu usaha es krim asal Tiongkok yang baru saja diresmikan hari itu.
“Mohon maaf Pak Bas (Basuki Hadimuljono) belum bersedia diwawancara,” ungkap Luqman menjawab permintaan awak Kaltim Post yang berkeinginan wawancara langsung dengan kepala Otorita IKN sore harinya. (rd)
Editor : Romdani.