Proses rekonstruksi berlangsung di bawah pengawalan ketat. Ratusan warga berjejal menyaksikan jalannya rekonstruksi yang dilakukan terbuka.
Sejumlah adegan diperagakan, mulai interaksi terakhir Esco dengan Rizka hingga penemuan jenazah. Polisi menghadirkan belasan saksi, termasuk keluarga, kerabat, dan pihak yang mengetahui detail peristiwa.
Kuasa hukum keluarga Esco, Lalu Anton Hariawan, menilai rekonstruksi penting untuk membuka terang peristiwa tragis ini. Ia menduga ada pihak lain yang ikut terlibat. "Kami ingin pengungkapan yang menyeluruh, bukan berhenti pada satu tersangka," ujarnya.
Keluarga korban yang hadir tak kuasa menahan haru. Samsul Herawadi, ayah Esco, berharap polisi menuntaskan kasus ini secara adil dan transparan. “Kami ingin kebenaran untuk anak kami,” katanya.
Kasatreskrim Polres Lombok Barat, AKP Lalu Eka Arya, memastikan penyidikan dilakukan profesional. Rekonstruksi, kata dia, merupakan permintaan jaksa untuk memperkuat alat bukti di pengadilan.
Jalannya Rekonstruksi Dipadati Keluarga Korban
Tidak hanya warga setempat, warga dari berbagai daerah termasuk asal korban di Lombok Tengah juga turut memadati lokasi.
Beberapa dari mereka ada yang sampai memanjat pohon hingga menaiki bukit di belakang rumah tersangka untuk menyaksikan rekonstruksi. Bahkan ada yang sampai berjualan es kelapa di antara kerumunan warga.
Keluarga almarhum Brigadir Esco, Acim Jayadi menyebutkan ratusan keluarga dan warga Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah mendatangi lokasi tempat rekonstruksi.
Ratusan warga datang menggunakan 17 mobil dan ada juga yang menggunakan sepeda motor.
Acim mengatakan kedatangan keluarga almarhum dan warga Bonjeruk untuk melihat proses rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Esco. Kasus ini menjadi sorotan masyarakat karena tersangka merupakan istri korban.
"Keluarga ingin kasus ini segera terungkap, terang benderang. Makanya keluarga ingin menyaksikan langsung proses rekonstruksi. Kita yakin tak mungkin pelakunya satu orang," kata Acim di lokasi.
Acim mengungkapkan keluarga mendapatkan informasi terkait rekonstruksi pembunuhan Brigadir Esco dari penasihat hukum pada Minggu (28/9/2025) pukul 20.00 WITA.
Kemudian keluarga dan warga Bonjeruk ke lokasi rekonstruksi di Dusun Nyiurlembang Desa Jembatan Kembar Kecamatan Lembar, Lombok Barat pukul 07.00 WITA.
Terkait motif pembunuhan almarhum Brigadir Esco oleh istrinya, Acim mengatakan keluarga belum mengetahui secara pasti. "Kita belum tahu motifnya. Kita belum tahu pasti," kata dia.
Terkait dengan adanya informasi bahwa almarhum punya utang di bank, Acim mengungkapkan dia mendapatkan informasi dari penasihat hukum bahwa tersangka Briptu R pernah menelepon pihak bank.
"Satu minggu sebelum kejadian almarhum, kita dapat info melalui kuasa hukum kita bahwa Bu Rizka menelepon pegawai bank, apakah kalau suami meninggal utang lunas. Di situlah jawabannya lunas," tutur Acim.
Kemungkinan Pelaku Lain
Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid pada Rabu (24/9/2025) menyebutkan, penyidik Polres Lombok Barat masih menelusuri dugaan tersangka lain dalam kasus ini.
“Sementara masih didalami penyidik semua, potensi terduga pelaku lainnya,” kata Kholid.
Dalam kasus ini istri almarhum yang juga bertugas di Polres Lombok Barat, Brigadir R telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara khusus di Polda NTB.
Polisi diduga mengenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan nyawa orang hilang serta Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.
Sangkaan pasal tersebut terungkap dari SP2HP Polres Lombok Barat yang diterima orang tua almarhum Brigadir Esco. Polisi saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait hal ini. Begitu pula dengan motif tersangka melakukan dugaan pembunuhan.
Namun, Kholid membenarkan bahwa saat ini Brigadir R telah ditahan di Rumah Tahanan Polda NTB.
Kronologi Penemuan Mayat Brigadir Esco
Sebelumnya, jenazah Brigadir Esco ditemukan di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar) di bawah perbukitan daerah setempat, pada Minggu (24/8/2025) siang.
Jenazah korban membengkak dan mulai membusuk mengeluarkan bau tak sedap, sehingga dikerubungi lalat. Bagian lehernya terikat tali.
Informasi penemuan pertama kali dilaporkan oleh Kepala Dusun Nyiur Lembang.
Dari keterangan saksi bernama Amaq Siun (50), warga setempat, penemuan jenazah berawal saat ia mencari ayamnya yang hilang di bukit belakang rumah.
Saat pencarian, sekitar pukul 11.30 Wita, saksi menemukan sosok pria dalam posisi terlentang di bawah pohon. Kondisi korban sudah tidak bernyawa, dengan leher terikat tali, wajah rusak, serta tubuh membengkak.
Belakangan terungkap, Brigadir Esco merupakan anggota polisi yang bertugas di Polsek Sekotong, Lombok Barat. Hal itu diperkuat dengan sejumlah barang bukti berupa pakaian, ponsel, jam tangan, dan kunci sepeda motor yang ditemukan di saku celana korban.
Editor : Uways Alqadrie