Peristiwa itu menimpa puluhan santri yang tengah melaksanakan salat Ashar berjemaah.
Sebanyak 79 santri berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 34 korban dirawat di RSUD Sidoarjo dan 45 lainnya di RS Siti Hajar. Satu santri dilaporkan meninggal dunia.
“Data sementara, ada satu korban jiwa. Saat ini dalam proses pemulangan,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Jules Abraham Abast.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas gabungan bersama relawan berjibaku mengevakuasi korban yang terjebak reruntuhan. Beberapa santri membutuhkan alat bantu pernapasan karena tertimpa material bangunan.
Menurut pengelola ponpes, Abdul Salam, bangunan yang roboh masih dalam tahap pembangunan. Pengecoran baru saja dilakukan sejak pagi hingga siang hari.
Hingga kini, penyebab pasti runtuhnya bangunan belum bisa dipastikan. Tim Inafis Polda Jatim telah diturunkan untuk menyelidiki konstruksi.
Polisi bersama pemerintah daerah masih berkoordinasi mengevakuasi korban sekaligus melakukan investigasi penyebab insiden.
“Kami terus berkomunikasi dengan tim di lapangan, baik yang menangani korban luka ringan maupun berat,” ujar Jules.
Editor : Uways Alqadrie