Tim SAR melaporkan sudah 102 orang berhasil dievakuasi sejak musala ponpes ambruk saat salat berjemaah, Senin lalu.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan sebanyak 91 korban dinyatakan selamat, sementara 10 orang sudah kembali ke keluarga. “Hari ini 11 korban berhasil kami keluarkan dari puing-puing bangunan,” ujarnya.
Meski demikian, diperkirakan 38 santri masih tertimbun reruntuhan. Nanang belum bisa memastikan angka tersebut. “Jumlah itu berdasarkan laporan dari pihak ponpes. Kami masih verifikasi di lapangan,” katanya.00
Hingga siang ini, tiga santri dipastikan meninggal dunia. Dua di antaranya, Mochammad Mashudulhaq (14) asal Surabaya dan Muhammad Soleh (22) asal Bangka Belitung, mengembuskan napas terakhir di RSUD Sidoarjo. Seorang korban lain, Maulana Alfan Abrahimafic (15), meninggal di RS Siti Hajar.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut insiden ini masuk kategori bencana kegagalan teknologi. BNPB mengingatkan agar pembangunan gedung bertingkat memperhatikan standar keselamatan konstruksi demi mencegah tragedi serupa.
Di lokasi, tim gabungan dari Basarnas, BPBD Jawa Timur, Forkopimda Sidoarjo, serta relawan masih berfokus membuka akses ke titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun. Pemeriksaan struktur bangunan dan jalur evakuasi juga terus dilakukan.
Editor : Uways Alqadrie