Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengungkapkan, dana yang tersedia saat ini hanya sekitar Rp10 miliar. Jumlah yang dinilai sangat minim untuk membiayai keberangkatan kontingen nasional.
Dengan anggaran tersebut, Indonesia diperkirakan hanya bisa mengirim sekitar 120 atlet. Padahal, biasanya jumlah atlet yang dikirim mencapai 700 hingga 900 orang di ajang multievent olahraga Asia Tenggara itu.
“Kalau hanya Rp10 miliar, jelas tidak cukup. Kita harus pastikan dukungan anggaran agar atlet-atlet kita bisa tampil maksimal,” ujar Erick.
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, menilai situasi ini membuat sulit menentukan target medali.
Ia menekankan bahwa kepastian anggaran harus menjadi prioritas utama sebelum membicarakan soal capaian prestasi.
“Bagaimana mau bicara target kalau dana saja belum jelas? Jumlah atlet yang dikirim pun bergantung pada kepastian anggaran ini,” ucap Okto.
Erick Thohir menyebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sudah menyatakan terbuka untuk melakukan sinkronisasi anggaran.
Pembahasan lintas kementerian rencananya dilakukan dalam beberapa bulan ke depan agar dana untuk SEA Games bisa ditingkatkan.
Menurut Erick, dukungan tambahan anggaran ini sangat penting agar Indonesia bisa tetap bersaing dan menjaga tradisi meraih prestasi di ajang SEA Games.
Jika masalah anggaran tak segera teratasi, jumlah atlet yang berangkat bisa jauh berkurang dan berimbas pada peluang Indonesia merebut medali.
Publik pun berharap pemerintah segera menemukan solusi agar kontingen Merah Putih bisa tampil optimal membawa nama bangsa.
Editor : Uways Alqadrie