Sekaligus menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap perkembangan olahraga balap motor dan sport tourism di Indonesia.
Dalam suasana akrab, Prabowo menyapa Márquez menggunakan bahasa Spanyol.
“Dari mana asalmu?” tanya Prabowo.
“Spanyol,” jawab Márquez singkat.
“Hola, hola, señor,” sapa Prabowo sambil tersenyum.
“Hola, hola,” balas Márquez dengan tawa kecil.
Prabowo menegaskan olahraga, termasuk MotoGP, merupakan bagian penting dari pembangunan nasional. Ia menyebut sport tourism sebagai sektor strategis yang mampu mendongkrak ekonomi sekaligus membentuk generasi baru.
Márquez, yang baru saja memastikan gelar juara dunia beberapa hari sebelumnya, menyampaikan kegembiraannya bisa kembali ke Indonesia.
“Saya sangat senang bisa kembali setelah juara dunia tiga hari lalu. Mandalika adalah sirkuit terbaik di negara terbaik untuk menikmatinya. Saya tahu banyak penggemar di sini, mari kita lihat apakah kita bisa menikmati GP Mandalika,” ujarnya.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, yang mendampingi pertemuan, menyebut kunjungan Márquez menjadi momentum strategis.
Ia menegaskan bahwa dampak ekonomi MotoGP di Mandalika mencapai Rp4,8 triliun dengan penjualan tiket hampir habis.
“Alhamdulillah, Bapak Presiden menekankan pentingnya sport tourism, yang bukan hanya mendukung olahraga tapi juga ekonomi,” ucap Erick.
Lebih jauh, Erick menyinggung pentingnya regenerasi. Menurutnya, Indonesia sudah memiliki bibit seperti Mario Aji yang tampil di Moto2 dan Fadillah Aditama yang segera turun di Moto3.
“Kesempatan ini bukan hanya untuk menonton, tapi juga melahirkan generasi baru. Kontrak MotoGP di Mandalika hingga 2031 memberi ruang besar bagi perkembangan pebalap kita,” katanya.
Pemerintah, lanjut Erick, tengah menyiapkan kebijakan khusus untuk mendukung atlet. Mulai dari rencana dana pensiun bagi atlet dan pelatih, hingga peluang pelatihan di luar negeri agar daya saing semakin kuat.
Kehadiran Márquez menegaskan posisi Indonesia bukan sekadar penyelenggara balapan dunia, melainkan bagian penting dari ekosistem MotoGP global.
Dengan dukungan penuh negara, sport tourism diproyeksikan menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi baru sekaligus jalan lahirnya pebalap Indonesia di pentas dunia.
Editor : Uways Alqadrie