KALTIMPOST.ID-Wacana digitalisasi pendidikan mulai diwujudkan di sejumlah sekolah di Kaltim. Salah satunya melalui pemanfaatan panel interaktif atau smart board yang dipasang di ruang kelas.
Teknologi itu diharapkan membuat proses belajar lebih menarik, partisipatif, sekaligus menyiapkan generasi muda Kaltim menghadapi tantangan global.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Armin menegaskan bahwa penggunaan perangkat pembelajaran digital ini bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan. Bahwa digitalisasi pendidikan sangat penting di Kaltim.
“Smart board akan digunakan maksimal, dan ke depan setiap sekolah akan memiliki smart class. Anak-anak diharapkan makin familiar dengan teknologi, inovatif, dan siap bersaing secara global,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Menurutnya, fasilitas canggih itu tetap memerlukan peran guru agar suasana belajar tetap menyenangkan.
Namun, alat hanya sarana, tetapi yang menentukan adalah bagaimana guru mengemas pembelajaran, agar siswa aktif dan tidak merasa jenuh.
“Itu bukan sekadar soal teknologi, tapi bagaimana kita menyiapkan generasi Kaltim agar tidak tertinggal. Pendidikan digital adalah investasi jangka panjang,” singkatnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala SMA 16 Samarinda Abdul Rozak Fahrudin turut merasakan manfaat dari panel interaktif.
Menurutnya, perangkat tersebut membuat guru lebih leluasa berkreasi. “Kalau dulu pembelajaran manual hanya dengan bolpoin atau papan tulis, sekarang bisa menyajikan presentasi lebih menarik. Dengan ribuan materi pelajaran yang tersedia di smart board, guru bisa menghubungkan berbagai sumber pembelajaran digital,” jelasnya.
Data Disdikbud Kaltim mencatat, sejak 2024 hingga 2025, sudah 130 SMA di Kaltim yang memanfaatkan panel interaktif.
Selain itu, sekolah jenjang SD dan SMP di berbagai kabupaten/kota juga mulai menggunakannya. Program ini dilengkapi dengan pelatihan bagi guru agar siap beradaptasi dengan teknologi baru. (rd)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : Romdani.