Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Hari Ketiga Evakuasi Ponpes Al Khoziny, 208 Polisi Amankan Proses Pengangkatan Puing

Uways Alqadrie • Kamis, 2 Oktober 2025 | 21:01 WIB

Petugas kepolisian bersama santri dan relawan menyingkirkan material bambu di lokasi reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Kamis (2/10/2025). (Foto Jawa Pos)
Petugas kepolisian bersama santri dan relawan menyingkirkan material bambu di lokasi reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Kamis (2/10/2025). (Foto Jawa Pos)
KALTIMPOST.ID, SIDOARJO – Proses evakuasi reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, memasuki hari ketiga. Kamis, 2 Oktober 2025, ratusan aparat kepolisian ikut dikerahkan untuk mengamankan jalannya pengangkatan puing.

Polresta Sidoarjo menurunkan 208 personel. Mereka disebar ke beberapa titik strategis, termasuk jalur lalu lintas sekitar pesantren.

“Selain menjaga lokasi, kami juga melakukan rekayasa arus kendaraan di sejumlah persimpangan,” kata Kepala Bagian Operasi Polresta Sidoarjo, Komisaris Polisi M Irfan.

Rekayasa lalu lintas diterapkan di ruas persimpangan Maspion 2, Banjar Kemantren, Buduran. Polisi meminta masyarakat memberi ruang agar mobilisasi alat berat tidak terganggu.

Selain Polresta Sidoarjo, pengamanan juga diperkuat oleh TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga pasukan Brimob Polda Jawa Timur. Tim Dokkes disiagakan untuk memberikan bantuan medis darurat.

Upaya evakuasi dipimpin Basarnas dengan dukungan BNPB dan sejumlah relawan. Hingga kemarin sore, proses masih berlangsung hati-hati karena kondisi puing dinilai labil dan berisiko runtuh kembali.

Editor : Uways Alqadrie
#polresta sidoarjo #Ponpes Al Khoziny Sidoarjo #musala roboh #sidoarjo #desa buduran #Ponpes Al Khoziny Sidoarjo runtuh