Polresta Sidoarjo menurunkan 208 personel. Mereka disebar ke beberapa titik strategis, termasuk jalur lalu lintas sekitar pesantren.
“Selain menjaga lokasi, kami juga melakukan rekayasa arus kendaraan di sejumlah persimpangan,” kata Kepala Bagian Operasi Polresta Sidoarjo, Komisaris Polisi M Irfan.
Rekayasa lalu lintas diterapkan di ruas persimpangan Maspion 2, Banjar Kemantren, Buduran. Polisi meminta masyarakat memberi ruang agar mobilisasi alat berat tidak terganggu.
Selain Polresta Sidoarjo, pengamanan juga diperkuat oleh TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga pasukan Brimob Polda Jawa Timur. Tim Dokkes disiagakan untuk memberikan bantuan medis darurat.
Upaya evakuasi dipimpin Basarnas dengan dukungan BNPB dan sejumlah relawan. Hingga kemarin sore, proses masih berlangsung hati-hati karena kondisi puing dinilai labil dan berisiko runtuh kembali.
Editor : Uways Alqadrie