Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Gubernur Kaltim Tawarkan Investasi di Kawasan Industri Strategis, Ini Daftar Daerah dan Luasannya

Dina Angelina • Minggu, 5 Oktober 2025 | 16:19 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Sejak penetapan Ibu Kota Nusantara (IKN), sektor ekonomi di Kaltim kian menggeliat. Mengingat ada banyak peluang investasi yang muncul untuk mendukung keberadaan IKN.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menawarkan tujuh kawasan industri strategis yang tersebar di berbagai daerah di Bumi Etam. Sehingga investor memiliki pilihan lokasi investasi sesuai kebutuhan.

“Saat ini tren investasi di Kaltim terus menunjukkan kinerja positif,” katanya. Di antaranya hilirisasi tambang, industri kimia dasar, energi terbarukan, perkebunan sawit, pangan, hingga transportasi.

Lebih lanjut, Rudy menambahkan beberapa sektor yang memiliki peluang besar usai kehadiran IKN. Seperti konstruksi, properti, kesehatan, pendidikan, teknologi digital di Kaltim yang diprediksi tumbuh pesat.

“Semua ini merupakan peluang besar yang harus kita sambut dengan kesiapan penuh,” tuturnya. Dia mengakui, infrastruktur penunjang adalah kunci utama. Pemprov Kaltim terbuka menawarkan tujuh kawasan industri.

“Seperti Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan dengan total lahan sekitar 433 hektare,” tuturnya. Ini bisa digunakan sebagai pusat industri agro, konstruksi, migas, dan transportasi.

Selanjutnya Kawasan Industri Buluminung di Penajam Paser Utara yang memiliki lahan 214 hektare. Kawasan ini untuk pengolahan produk pertanian, tambang, migas dan mesin.

Kemudian Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur dengan luas lahan 557 hektare. “Fokus utama pengolahan minyak sawit, energi, kayu, dan logistik,” ucapnya.

Lalu Batuta Chemical Industrial Park (BCIP) dengan luas 943 hektare di Kutai Timur. Kaltim Industrial Estate (KIE) yang memiliki lahan 214 hektare berlokasi di Bontang.

Serta Bontang Lestari dengan total lahan mencapai lebih dari 1.316 hektare. “Kawasan ini bisa untuk industrial estate, ready mix concrete, maupun properti,” sebutnya.

Belum lagi kawasan industri pertanian di Kutai Kartanegara dan Kutai Barat. Dia menegaskan, seluruh kawasan industri ini sudah siap menerima kedatangan investor.

Baik penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing atau luar negeri. Rencananya untuk menjamin kelancaran investasi, pihaknya akan membangun dan meningkatkan sarana prasarana.

Mulai dari transportasi, energi, logistik, dan digital. “Itu semua  akan terus didorong sebagai kesatuan pendukung iklim investasi,” tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#investor #investasi #Rudy Mas ud #kawasan industri #gubernur kaltim