KALTIMPOST.ID, Kaltim punya tiga pilar yang dapat membawa perekonomian lebih maju. Dari investasi, perdagangan, hingga pariwisata. Ketiga pilar itu, disebut Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, harus saling menguatkan sehingga tak perekonomian tak hanya tumbuh. Tapi juga mengakar.
"Tak bisa terpaku di investasi saja. Perlu dirajut bersama perdagangan dan pariwisata," katanya beberapa waktu lalu.
Ketiga sektor itu tak hanya tak sekadar strategi. Tapi juga menjadi ekosistem perekonomian. Investasi memperkuat roda produksi lebih masif. Perdagangan menjadi distribusinya. Lalu pariwisata jadi citra Kaltim dalam menarik minat dunia.
"Dengan ketiganya Kaltim tak hanya tumbuh pesar. Tapi juga berkembang secara berkelanjutan dan inklusif," sambungnya.
Baca Juga: Menuju Swasembada 2027, Kaltim Dorong CSR Perusahaan untuk Peternakan Lokal
Harapan besar disematkan Rudy ke sektor pariwisata. Mengingat keindahan alam Kaltim bisa menarik investasi. Baik lokal atau mancanegara. Kaltim, sebut dia, punya modal besar di sektor ini. Keindahan laut di wilayah pesisir seperti Derawan dan Maratua, hutan rimbun, sampai kekayaan budaya di pedalaman.
Sektor ini bukan sekadar destinasi. Tapi juga menjadi ruang untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang mendongkrak kesejahteraan masyarakat. Dan tentunya semua aspek perlu berkolaborasi dalam memastikan hal tersebut.
"Kolaborasi pemodal besar, UMKM lokal, serta masyarakat adat sangat penting. Agar pariwisata Kaltim tumbuh inklusif dan tetap otentik," ujarnya.
Pemprov juga tengah menyiapkan proyek yang siap tawar (Investment Project Ready to Offer/IPRO) ke para investor di berbagai forum regional dan global. "Kami siap memfasilitasi dan mempermudah perizinan bagi investor yang serius membangun destinasi wisata berkelas dan berkelanjutan di Kaltim," tutupnya. (*)
Editor : Muhammad Rizki