Kementerian Sosial pun menegaskan bahwa proses penyaluran BPNT Rp600 ribu dan PKH 2025 dilakukan bertahapsesuai wilayah serta hasil validasi data penerima.
Agar tidak tertipu informasi palsu, masyarakat diminta memahami tanda-tanda bansos yang benar-benar sudah cairdan cara mengeceknya secara mandiri melalui situs atau aplikasi resmi Kemensos.
Mengutip penjelasan dari Jawapos, berikut tanda-tanda bantuan Anda sudah diterima:
Status “YA” di Situs Cek Bansos Kemensos
Jika membuka laman cekbansos.kemensos.go.id, penerima yang bantuannya sudah cair akan melihat tulisan “YA”di kolom BPNT atau PKH.
Ada Periode Pencairan yang Tertera
Situs juga menampilkan periode penyaluran, misalnya Triwulan III (Juli–September) atau Triwulan IV (Oktober–Desember). Artinya, bantuan Anda masuk dalam daftar penyaluran aktif.
Dapat Informasi dari Pendamping Sosial atau Aparat Desa
Petugas biasanya memberi kabar langsung kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) jika dana siap dicairkan.
Surat Undangan dari PT Pos Indonesia
Untuk penerima nonbank, PT Pos mengirimkan undangan resmi sebagai tanda agar warga segera mengambil bantuan di lokasi yang ditentukan.
Masyarakat kini tak perlu repot ke kantor kelurahan. Cukup gunakan HP untuk memastikan status pencairan bansos.
Berikut dua cara resmi yang disediakan Kemensos:
1. Melalui Situs Cekbansos.kemensos.go.id
Masuk ke situs resmi
Isi provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa
Ketik nama lengkap sesuai KTP
Masukkan kode captcha, lalu klik Cari Data
2. Lewat Aplikasi “Cek Bansos”
Unduh aplikasi resmi “Cek Bansos” dari Play Store atau App Store
Login dengan akun terdaftar
Pilih menu “Cek Bantuan”
Status BPNT dan PKH akan muncul lengkap dengan periode pencairannya
BPNT diberikan sebesar Rp600 ribu per KPM untuk tiga bulan (Rp200 ribu per bulan).
Sedangkan PKH menyesuaikan kategori penerima, di antaranya:
Ibu hamil & balita: Rp3 juta per tahun
Anak SD: Rp900 ribu per tahun
Anak SMP: Rp1,5 juta per tahun
Anak SMA: Rp2 juta per tahun
Lansia & disabilitas berat: Rp2,4 juta per tahun
Dana disalurkan melalui Himpunan Bank Negara (Himbara) seperti BRI, Mandiri, BNI, atau diserahkan langsung lewat PT Pos Indonesia.
Kemensos mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada pihak yang mengaku bisa mempercepat pencairan bansos. Semua proses gratis dan tidak dipungut biaya apa pun.
Jika ada yang meminta uang administrasi, dijamin itu bukan petugas resmi.
Warga yang belum menerima dana diimbau menunggu proses validasi berikutnya. Pemerintah memastikan pencairan dilakukan bergelombang sesuai data di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).
Tidak semua penerima langsung mendapatkan bansos di waktu yang sama. Namun, tanda-tanda pencairan bisa dipantau lewat situs atau aplikasi resmi Kemensos.
Dengan begitu, masyarakat bisa lebih transparan, mandiri, dan terhindar dari penipuan yang kerap muncul setiap masa pencairan bantuan.
Editor : Uways Alqadrie