KALTIMPOST.ID-Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kaltim Andrie Afrizal secara blak-blakan menyebut Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sebagai sosok pejabat yang tidak konsisten terhadap pernyataannya.
Itu karena, sejak awal menjabat menggantikan Sri Mulyani, Purbaya disebutnya sempat mengeluarkan pernyataan tidak akan melakukan pemangkasan TKD.
“Purbaya ini plin plan rupanya. Awal-awal dilantik tersebar video dirinya bilang tidak ada pemangkasan, bahkan anggaran di daerah bisa ditambah. Ujung-ujungnya masih dipangkas,” ujar Andrie, Sabtu (11/10).
Andrie juga menyoroti pernyataan Purbaya yang menyebut, pemangkasan TKD terpaksa dilakukan karena melihat maraknya penyelewengan di daerah.
Sementara dirinya mengingatkan, di lingkungan kementerian pun, penyelewengan banyak terjadi. Bahkan sampai menyeret banyak pejabat hingga level menteri.
“Daerah dikambinghitamkan. Seharusnya Purbaya bercermin. Di kementerian pun penyelewengan terjadi. Sementara di daerah, pemangkasan ini lebih besar konsekuensi dan dampaknya jika dilakukan. Jadi saya melihat, ini menjadi sinyal kegagalan Purbaya dalam meningkatkan pendapatan negara,” jelasnya.
Kaltim menurutnya punya hak untuk mendapatkan dana transfer umum yang sudah diatur menurut undang-undang.
Sebagai daerah penghasil, Kaltim disebutnya memiliki kontribusi besar terhadap pendapatan negara. Sehingga sudah pantas jika pusat memberikan kompensasi yang adil bagi Kaltim.
“Kita (Kaltim) ini tidak minta kosongan. Kaltim meminta hak. Bumi Kaltim sudah dieksploitasi. Mulai dari batu bara, minyak dan gas bumi dan hasil bumi lainnya. Sementara yang kembali ke Kaltim berapa? Ini 1 persen saja tidak sampai,” ulasnya dengan nada tinggi.
Andrie menyebut, sebagai pemuda, pihaknya akan membuat gerakan atas kondisi saat ini. Namun lebih jauh dirinya belum bisa membuka gerakan seperti apa yang dimaksud.
Yang pasti tegas dia, gerakan ini diperlukan agar pusat bisa lebih serius terhadap kondisi di daerah seperti Kaltim.
“Soal program yang akan terdampak, mana yang harus ditunda atau tidak akibat pemangkasan, saya tidak akan jauh sampai sana. Saya masih optimistis pemangkasan ini bisa dibatalkan. Kami pun akan membuat gerakan,” kata Andrie. (rd)
Editor : Romdani.