KALTIMPOST.ID, Dunia maya tengah diramaikan oleh gelombang protes bertagar #BoikotTrans7. Aksi ini dipicu oleh tayangan program Xpose di stasiun televisi Trans7 yang disebut-sebut menyinggung ulama sepuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.
Tagar tersebut pertama kali mencuat di platform X (Twitter) dan Instagram, lalu meluas ke TikTok dan Facebook. Berdasarkan pantauan, ribuan unggahan dengan tagar serupa bermunculan disertai komentar dari para santri, alumni, dan masyarakat umum.
Berikut beberapa fakta terkait tagar #BoikotTrans7 yang kini trending di media sosial:
1. Pemicu Utama: Tayangan Xpose Dianggap Melecehkan Ulama
Tayangan Xpose milik Trans7 menjadi sorotan karena disebut menampilkan narasi yang “memojokkan” seorang ulama sepuh Lirboyo. Dalam potongan video yang beredar, ulama tersebut digambarkan secara negatif tanpa konfirmasi langsung. Hal inilah yang memantik kemarahan publik, terutama kalangan santri.
2. Ribuan Santri Serbu Media Sosial Trans7
Sejak Jumat pagi, kolom komentar akun resmi Trans7 di berbagai platform dipenuhi hujan kritik dan kecaman. Netizen menulis komentar seperti “Hina ulama sama dengan menghina ilmu” hingga “Trans7 keterlaluan, minta maaf sekarang juga.”
Beberapa komentar juga menuntut agar pihak Trans7 menghapus tayangan tersebut dan meminta maaf secara terbuka.
3. Tagar #BoikotTrans7 Trending di X dan Instagram
Hingga Jumat siang (10/10), tagar #BoikotTrans7 sempat masuk trending topic di platform X (Twitter) wilayah Indonesia. Konten-konten dari akun seperti Santri Keren, NU Garis Lucu, dan Cahpondok ikut memperkuat seruan boikot tersebut.
Banyak dari mereka mengunggah potongan video tayangan Xpose yang dianggap bermasalah, disertai ajakan untuk tidak menonton Trans7 sampai ada klarifikasi resmi.
4. LBH Ansor Turun Tangan, Ultimatum 1x24 Jam
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kediri secara resmi mengeluarkan pernyataan yang mendesak Trans7 untuk meminta maaf dan melakukan klarifikasi dalam waktu 1x24 jam.
Jika tidak direspons, LBH Ansor menyatakan siap menempuh jalur hukum bersama Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL). Mereka menilai Trans7 telah melanggar etika jurnalistik karena tidak memberikan hak jawab kepada pihak pesantren.
5. Dukungan Mengalir dari Kalangan Alumni dan Tokoh Santri
Gelombang dukungan bagi santri Lirboyo datang dari berbagai daerah. Alumni pesantren di luar Kediri, seperti Jombang, Nganjuk, dan Pasuruan, ikut menyuarakan solidaritas lewat media sosial.
Sejumlah tokoh santri juga menyerukan agar media nasional lebih berhati-hati dalam mengangkat isu keagamaan dan tokoh pesantren agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik.
6. Pihak Trans7 Belum Memberikan Klarifikasi Resmi
Hingga berita ini ditulis, pihak Trans7 belum mengeluarkan pernyataan publik terkait protes besar-besaran ini. Netizen pun masih menunggu tanggapan resmi dari pihak redaksi Xpose maupun manajemen Trans7 terkait tudingan pelecehan terhadap ulama.
Baca Juga: Rahasia Memilih Formasi CPNS 2026, Begini Strategi agar Peluang Lolos Meningkat Drastis
Kemarahan publik terhadap media ini menunjukkan betapa kuatnya solidaritas santri dan alumni pesantren dalam membela kehormatan guru dan ulama. Kini, warganet menanti langkah Trans7: apakah memilih diam, meminta maaf, atau justru menghadapi gelombang boikot yang terus membesar.