Aksi tersebut memicu kecaman publik karena dianggap sebagai bentuk penistaan agama.
Perempuan berinisial VA, yang diketahui bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepahiang, terlihat dalam video berdurasi singkat itu melontarkan kalimat bernada marah.
“Aku injak Alquran ini sebagai bukti kalau aku tidak berselingkuh. Kalau aku salah, biar aku kena laknat,” ucapnya dalam rekaman yang viral sejak sepekan terakhir.
Tindakan VA memicu reaksi keras masyarakat dan warganet yang mendesak pemerintah daerah serta aparat penegak hukum untuk menjatuhkan sanksi tegas.
Menanggapi hal itu, Inspektorat Daerah Kabupaten Kepahiang segera memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.
Dalam pemeriksaan internal, VA mengaku menyesal dan menyatakan perbuatannya dilakukan dalam keadaan emosi.
“Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh umat Islam. Saat itu saya sedang tertekan karena persoalan pribadi,” ujar VA dalam video permintaan maaf yang beredar kemudian.
Ia menegaskan tidak bermaksud menistakan agama, melainkan sedang bersumpah untuk membuktikan dirinya tidak berselingkuh.
Pemerintah Kabupaten Kepahiang menyatakan tengah menindaklanjuti kasus tersebut melalui mekanisme disiplin ASN.
Pihak kepolisian juga disebut telah berkoordinasi untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa itu. Masyarakat diminta menahan diri dan menyerahkan proses hukum kepada instansi berwenang.
Editor : Uways Alqadrie