KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud, tampil lugas dan penuh semangat dalam Leadership Forum: Pilar Nusantara Penopang Asta Cita yang digelar CNN Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa, 14 Oktober 2025.
Di hadapan para kepala daerah dan pemimpin nasional, Rudy membedah tiga persoalan strategis yang menurutnya menjadi kunci kemandirian bangsa: pangan, energi, dan sumber daya manusia.
“Ketahanan pangan bukan soal beras semata,” ujar Rudy, yang akrab disapa Harum, membuka paparannya.
Ia menjelaskan, dengan luas wilayah setara Pulau Jawa, Kalimantan Timur menyimpan potensi pangan non-beras yang besar—mulai dari kopi dan kakao di Kutai Timur dan Berau hingga sektor perikanan dan peternakan di pesisir.
Menurutnya, sekitar 35 hingga 37 persen kebutuhan pangan Kaltim masih bergantung pada pasokan luar daerah, terutama dari Jawa dan Sulawesi.
Namun ia optimistis, lewat intensifikasi pertanian dan pemanfaatan lahan baru, ketergantungan itu bisa ditekan.
“Kita punya laut luas, kebun sawit tiga juta hektare, dan hutan delapan juta hektare. Sumber pangan kita melimpah, tinggal kemauan mengolahnya,” kata dia.
Dalam isu energi, Rudy menegaskan posisi Kaltim sebagai tulang punggung pasokan energi nasional. Sejak masa kolonial, Kaltim dikenal sebagai penghasil minyak dan gas.
Kini, lebih dari setengah produksi batu bara nasional berasal dari provinsi itu.
“Selama ini kami menyalakan Indonesia—dari minyak, gas, hingga batu bara. Tapi sudah waktunya Kaltim mendapat ruang untuk mengembangkan nilai tambah energi di daerah sendiri,” ujarnya tegas.
Namun, Harum menyadari bahwa masa depan Kaltim tak bisa lagi bertumpu pada sumber daya alam semata. Karena itu, ia menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas baru.
Ia menyoroti rendahnya partisipasi pendidikan menengah dan tinggi di wilayahnya, yang masih sekitar 30 persen.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Kaltim meluncurkan program “Gratispol”—pendidikan gratis dari SMA hingga S3 dan jaminan kesehatan bagi warga yang berdomisili minimal tiga tahun.
“Kami sudah siapkan Rp 2,7 triliun untuk pendidikan dan layanan dasar. Ini bukan pengeluaran, tapi investasi masa depan,” kata Harum.
Bagi Gubernur Kaltim, kemandirian bangsa tidak lagi diukur dari seberapa besar sumber daya yang digali, melainkan dari seberapa cerdas manusia yang mengelolanya. “Energi akan habis, tapi manusia berilmu tidak akan pernah padam,” tutupnya.
Editor : Uways Alqadrie