KALTIMPOST.ID, Setelah berminggu-minggu dilanda keresahan dari para pendana, PT Dana Syariah Indonesia (DSI) akhirnya buka suara.
Melalui akun resmi Instagram-nya, @danasyariahid, perusahaan merilis video penjelasan resmi yang disampaikan langsung oleh Founder & President Director, Taufiq Aljufri, terkait keterlambatan pencairan dana investasi.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya dan sangat prihatin mengenai kondisi keterlambatan pencairan dari dana Bapak Ibu sekalian yang ada di Dana Syariah,” ujar Taufiq dalam video berdurasi sekitar 8 menit itu.
Ia mengakui bahwa situasi ini telah menimbulkan kecemasan besar di kalangan investor.
Namun, menurutnya, keterlambatan tersebut terjadi akibat kelesuan ekonomi dan turunnya pasar properti yang berdampak pada para peminjam (borrower) di platform Dana Syariah.
Baca Juga: Rapel Pensiunan ASN Cair November 2025, Tapi Kenapa Usia Kini Jadi Penentu Besarannya?
“Kelesuan pasar properti mempengaruhi borrower-borrower kami. Bisnis mereka terganggu, sehingga kesulitan mengembalikan dana sesuai waktu dan jumlah. Dampaknya, terjadi penundaan pencairan dana ke para pendana,” jelasnya.
Sejak berdiri pada tahun 2018, lanjut Taufiq, perusahaan telah berkomitmen menyalurkan pencairan dana secara tepat waktu dan tepat jumlah.
Lihat postingan ini di InstagramSebuah kiriman dibagikan oleh Dana Syariah Indonesia (@danasyariahid)
Namun, kondisi ekonomi yang lesu membuat sistem pendanaan mereka tersendat untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir.
“Kami tidak tinggal diam. Manajemen dan seluruh karyawan Dana Syariah berupaya keras melakukan penagihan intensif kepada borrower yang menunggak, bahkan sampai pada upaya menjual agunan yang menjadi jaminan pinjaman,” ungkapnya.
Baca Juga: Bansos 2025 Terkendala Status Exclude, Jangan Panik! Begini Cara Mengubahnya agar Bisa Cair
Fokus Penyelesaian, Bukan Menghindar
Dalam kesempatan itu, Taufiq juga menegaskan bahwa pihaknya tidak menghindar dari tanggung jawab.
Ia meminta publik tidak termakan isu liar di media sosial dan memastikan bahwa seluruh komunikasi resmi hanya melalui kanal resmi perusahaan.
“Kami tidak akan kemana-mana. Kami tetap memperjuangkan agar kondisi ini bisa cepat teratasi. Mohon kesabaran dan doa dari para pendana,” katanya.
Sebagai bentuk efisiensi, manajemen sementara waktu meniadakan pertemuan tatap muka di kantor agar tim dapat fokus menyelesaikan pencairan dana.
“Langkah ini bukan untuk menghindar, tapi agar seluruh tim fokus pada penyelesaian masalah pencairan dana yang terlambat,” tambah Taufiq.
Baca Juga: PPG Calon Guru Tahun 2025: Ingin Daftar? Lulusan di Atas 32 Tahun Tak Lagi Bisa Ikut Seleksi
OJK Turun Tangan
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan telah menindaklanjuti laporan para investor terkait dugaan gagal bayar Dana Syariah.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, membenarkan bahwa pihaknya sudah memanggil manajemen DSI untuk meminta penjelasan resmi.
“Kami sedang melakukan pendalaman. Pada waktunya, kami akan sampaikan hasilnya kepada rekan-rekan media,” kata Agusman, Senin (13/10/2025).
Menurut Agusman, OJK juga telah menegur manajemen agar kembali membuka layanan komunikasi dengan lender dan borrower, yang sebelumnya sempat tertutup.
Baca Juga: Gaji TNI 2025 Resmi Naik! Cair hingga Rp 6,2 Juta, Tebak Siapa yang Dapat Paling Besar?
“Sekarang pun sudah bisa untuk melayani investor dan nasabah. Kami sudah menegur mereka agar kembali meladeni masyarakat,” ujarnya.
OJK menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap kegiatan usaha DSI. Bila ditemukan pelanggaran serius, regulator tidak segan mengambil langkah hukum, termasuk menilai ulang pihak utama perusahaan (PKPU) hingga melibatkan aparat penegak hukum.
“Kami sudah memanggil pengurus PT DSI untuk memperoleh tambahan penjelasan dan memastikan upaya konkret penyelesaiannya,” tegas Agusman.
Baca Juga: TPG Triwulan 4 Cair November 2025, Perhatikan Syarat Penerima dan Jadwal Pencairannya
PT Dana Syariah Indonesia, yang berdiri sejak 2017 dan mendapat izin penuh OJK pada 2021, dulunya digadang-gadang sebagai wajah baru investasi berbasis syariah di Indonesia. Platform ini menjanjikan sistem bagi hasil halal dan transparan.
Namun kini, citra itu sedang diuji. Para investor menunggu bukti nyata dari janji tanggung jawab yang diucapkan manajemennya.
Meski begitu, sebagian publik menilai langkah Taufiq untuk muncul langsung ke publik adalah langkah awal yang penting.
“Kami ingin menegaskan bahwa kami tidak lari dari tanggung jawab. Kami tetap berkomitmen untuk menunaikan amanah ini sebaik-baiknya,” tutup Taufiq dalam video tersebut. ***
Editor : Dwi Puspitarini